Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar

Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar

Nasional | sindonews | Jum'at, 5 Juni 2026 - 14:50
share

Ancaman narkoba di Kabupaten Mimika, Papua Tengah kian mengkhawatirkan. Peredarannya tidak lagi terbatas di kawasan perkotaan. Tetapi sudah merambah wilayah pesisir dan kampung-kampung di Distrik Mimika Timur.

Di tengah tren yang terus meningkat, aparat penegak hukum didesak bergerak lebih agresif memburu bandar dan jaringan pemasok yang menjadi aktor utama peredaran narkoba.

Baca juga: Tama Langkun Dukung Penegakan Hukum di BGN, Minta MBG Tetap Fokus untuk Rakyat

Desakan itu disampaikan anggota DPRK Mimika dari Partai Perindo, Rampeani Rachman. Dia meminta Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Mimika tidak hanya fokus menangkap pengguna atau pengedar kecil, tetapi juga memburu bandar dan pemasok yang mengendalikan jaringan peredaran narkoba di Mimika.

“Kepolisian harus serius mengejar dan menangkap bandar, pemasok maupun pengedar narkoba yang ada di Mimika. Penangkapan mereka penting untuk memutus mata rantai peredaran narkoba dan menyelamatkan masa depan generasi muda Mimika,” ujar Rampeani, Jumat (5/6/2026).

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Data Kepolisian Resor Mimika menunjukkan peredaran narkoba mengalami peningkatan signifikan. Hingga semester pertama 2026, polisi telah menahan 17 tersangka dengan total sitaan sabu hampir mencapai 1 kilogram.

Baca juga: Sri Gusni: Pergantian Pimpinan BGN Harus Jadi Momentum Pembenahan Menyeluruh Program MBG

Angka itu mendekati total sitaan sepanjang 2025 yang mencapai 1,2 kilogram sabu. Selain itu, aparat juga menyita 3,2 kilogram ganja, 45.000 butir tembakau sintetis, serta 76 butir obat keras. Nilai ekonomi seluruh barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp2,7 miliar.

“Perkembangan narkoba ini bukan menurun tetapi meningkat, dengan nilai yang didapat para pelaku mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Ini menandakan Mimika darurat narkoba,” tutur Rampeani.Dia mengungkapkan, peredaran narkoba kini tidak hanya terjadi di Timika, tetapi telah masuk hingga kawasan Pelabuhan Pomako dan Distrik Mimika Timur. “Saya mendengar bukan hanya di Timika saja, tetapi sabu sudah sampai di area Pelabuhan Pomako dan Distrik Mimika Timur,” katanya.

Yang lebih memprihatinkan, lanjut Rampeani, sejumlah pengedar mulai menyasar anak-anak dan remaja dengan memberikan narkoba secara cuma-cuma pada tahap awal untuk menciptakan ketergantungan. “Ini sangat berbahaya. Mereka merusak masa depan anak-anak kita demi keuntungan pribadi,” ungkapnya.

Rampeani juga menyoroti kelompok remaja putus sekolah yang dinilai menjadi sasaran empuk jaringan pengedar narkoba. Kelompok tersebut dinilainya membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah, keluarga dan masyarakat agar tidak terjerumus dalam lingkaran penyalahgunaan narkoba.

“Anak-anak ini seharusnya menjadi generasi penerus daerah. Jangan sampai mereka kehilangan masa depan karena narkoba. Saya meminta aparat lebih serius mengejar dan menangkap para pelaku yang terlibat dalam peredaran narkoba ini,” tegasnya.

Topik Menarik