Sopir Truk di Palembang Tewas Dikeroyok saat Antre Solar di SPBU, Dihujani 7 Tikaman

Sopir Truk di Palembang Tewas Dikeroyok saat Antre Solar di SPBU, Dihujani 7 Tikaman

Nasional | inews | Jum'at, 5 Juni 2026 - 08:56
share

PALEMBANG, iNews.id - Seorang sopir truk tewas usai menjadi korban pengeroyokan di kawasan SPBU Jalan Noerdin Panji, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel). Korban berinisial YF (33) warga Kabupaten Banyuasin awalnya cekcok saat mengantre bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU tersebut.

Dari hasil penyelidikan, Satreskrim Polrestabes Palembang bersama Unit Reskrim Polsek Sukarami mengamankan dua pelaku berinisial OS (23) dan AP (27) pada Rabu (3/6/2026) pukul 17.00 WIB. Satu pelaku lainnya berinisial F masih dalam pengejaran dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kapolrestabes Palembang Kombes Sonny Mahar Budi Adityawan menegaskan pengungkapan cepat kasus ini sebagai bentuk komitmen Polri memberikan kepastian hukum.

“Kurang dari 20 jam setelah kejadian, dua tersangka berhasil kami amankan. Saat ini satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran intensif. Kami memastikan seluruh pelaku yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku,” ujar Kombes Sonny, Kamis (4/6/2026).

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula ketika korban sedang mengantre pengisian solar di SPBU, Selasa (2/6/2026) pukul 21.15 WIB. Korban ketika itu menegur seseorang yang diduga menyerobot antrean. Teguran ini memicu cekcok yang sempat dilerai oleh petugas keamanan SPBU dan sopir lainnya.

Situasi sempat mereda, namun sekitar 30 menit kemudian kelompok tersebut kembali datang menggunakan beberapa sepeda motor dan menyerang korban di sekitar truknya. Korban berupaya mengemudikan truk untuk menyelamatkan diri, namun kendaraan berhenti di seberang SPBU akibat luka-luka yang diderita. Para pelaku kemudian melancarkan serangan sebelum melarikan diri.

Korban YF lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Myria Palembang oleh rekan-rekannya. Pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami tujuh luka tusuk di berbagai bagian tubuh dan tewas saat mendapatkan penanganan.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit truk milik korban, satu bilah pisau bergagang kayu yang diduga digunakan saat penyerangan, serta pakaian yang dikenakan salah satu tersangka saat kejadian.

Kapolrestabes menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kekerasan yang menghilangkan nyawa orang lain di wilayah hukum Kota Palembang.

“Tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan yang menghilangkan nyawa orang lain di wilayah hukum Kota Palembang,” kata Kombes Sonny.

Topik Menarik