Update Ledakan Bom Peninggalan Perang di Biak, 6 Korban Tewas dan 3 Orang Masih Hilang

Update Ledakan Bom Peninggalan Perang di Biak, 6 Korban Tewas dan 3 Orang Masih Hilang

Nasional | inews | Kamis, 4 Juni 2026 - 14:27
share

BIAK, iNews.id - Jumlah korban tewas akibat ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, bertambah menjadi enam orang. Hingga kini, tim SAR gabungan juga masih mencari tiga warga yang dilaporkan hilang pascainsiden tersebut.

Peristiwa ledakan yang terjadi pada Minggu (31/5/2026) itu tidak hanya menewaskan enam orang, tetapi juga menyebabkan sembilan rumah warga mengalami kerusakan.

Korban meninggal dunia bertambah setelah Mina Puadi (51), yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSUD Biak, dinyatakan meninggal dunia. Korban merupakan warga Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya salah satu korban yang sempat mendapatkan perawatan medis. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, Rabu (3/6/2026).

Jenazah Mina Puadi kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Kepulauan Yapen pada Selasa (2/6/2026). Proses pemulangan dilakukan melalui Pelabuhan Rakyat Tip Top di Biak.

Di tengah proses pencarian korban, tim SAR gabungan menemukan sejumlah potongan tubuh di sekitar lokasi kejadian. Seluruh temuan tersebut telah dievakuasi dan disimpan di kamar jenazah RSUD Biak.

Selanjutnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua akan mengidentifikasi untuk memastikan identitas korban dari potongan tubuh yang ditemukan. Hingga Rabu (3/6/2026), tim SAR masih mencari tiga warga yang belum ditemukan. Operasi pencarian fokus di luar area ledakan dengan menyisir kawasan pesisir pantai di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua terus melakukan sterilisasi di sekitar lokasi ledakan. Dalam proses pembersihan yang dilakukan Selasa (2/6/2026), petugas menemukan tiga mortir dan 30 butir amunisi berbagai jenis peninggalan Perang Dunia II.

“Berbagai jenis bahan peledak tersebut ditemukan saat tim Jibom melakukan pembersihan di sekitar TKP dan saat ini sudah dimusnahkan,” ujar AKBP Ari.

Sebelumnya, tim Jibom juga menemukan dua granat jenis nanas dan manggis yang langsung dimusnahkan sesuai prosedur keamanan. Proses sterilisasi masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bahan peledak berbahaya yang tersisa di sekitar lokasi kejadian.

Setelah area dinyatakan aman, Tim Laboratorium Forensik (Labfor), Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua, dan Satreskrim Polres Biak Numfor akan olah tempat kejadian perkara guna mengungkap penyebab pasti ledakan tersebut.

Topik Menarik