Polisi Olah TKP Kasus Bocah SD di Makassar Tewas Diperkosa, Ibu Korban Histeris

Polisi Olah TKP Kasus Bocah SD di Makassar Tewas Diperkosa, Ibu Korban Histeris

Nasional | inews | Jum'at, 29 Mei 2026 - 01:35
share

MAKASSAR, iNews.id – Kasus pembunuhan disertai kekerasan seksual sadis yang menimpa seorang bocah perempuan berusia 12 tahun menggemparkan warga Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Korban berinisial JN, yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), ditemukan tewas mengenaskan di dalam toilet sebuah bangunan rumah kosong.

Guna mengusut tuntas tragedi memilukan ini, aparat kepolisian dari Polsek Tallo bersama Tim Inafis Polrestabes Makassar dan Dokpol Polda Sulawesi Selatan langsung bergerak cepat melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan.

Dalam penyisiran ulang di lokasi kejadian pada Kamis (28/5/2026), petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti krusial baru. Di tengah tumpukan sampah bangunan terpencil itu, polisi menemukan selembar celana dan kaos yang diduga kuat merupakan pakaian milik korban yang dilepas oleh pelaku. 

Pelaku yang merupakan seorang pengguna narkotika diduga kuat merencanakan aksi kejinya tersebut akibat kecanduan konten pornografi dan pengaruh sabu. 

Penangkapan dilakukan tim gabungan dari Resmob Polda Sulsel, Jatanras Polrestabes Makassar, dan Opsnal Polsek Tallo di kediaman pelaku yang berlokasi di Jalan Sultan Abdullah II, Tallo Lama, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. 

Penemuan jasad bocah malang tersebut berawal pada Rabu (27/5/2026) pagi di Jalan Sultan Abdullah II, Tallo Lama. Korban JN ditemukan oleh warga setempat dalam kondisi tanpa busana di dalam ruangan toilet kotor. Untuk menutupi jejak kejahatannya, pelaku menyembunyikan tubuh korban dengan cara menutupinya menggunakan penutup (casing) televisi bekas dari bagian kepala hingga perut. 

Seorang warga sekitar, Mahyuddin, menyebutkan sebelum ditemukan tewas, korban dilaporkan sempat berpamitan keluar rumah pada Selasa (26/5/2026) malam untuk mencari sandalnya yang hilang. Namun, setelah ditunggu hingga berjam-jam, korban tak kunjung kembali ke rumah. Pihak keluarga yang cemas sempat melakukan pencarian mandiri selama lima jam sebelum akhirnya JN ditemukan sudah terbujur kaku tak bernyawa dengan bekas luka di bagian tangan. 

"Waktu ditemukan posisinya bugil di dalam toilet bangunan kosong yang sudah lama tidak ditempati. Tubuhnya ditutupi penutup televisi dari kepala sampai perut. Ada luka juga di tangannya. Selasa malam itu dia pamit keluar sebentar cuma mau cari sandalnya," ujar Mahyuddin, Kamis (28/5/2026).

Pasca-evakuasi, jasad korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Biddokkes Polda Sulsel untuk menjalani proses autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian serta mengumpulkan bukti sisa kekerasan seksual. 

Isak Tangis Iringi Pemakaman Korban

Sementara itu, suasana duka yang teramat mendalam menyelimuti prosesi pemakaman JN di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Boroangi, Panampu. Isak tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah JN digotong oleh warga menuju peristirahatan terakhirnya.

Ibu korban, Sitti Rabiah, tampak sangat terpukul dan mengalami trauma berat. Ia mengaku sama sekali tidak menyangka anak perempuannya yang dikenal pendiam dan rajin membantu orang tuanya berjualan itu harus berpulang dengan cara yang sangat keji. 

Sebagai bentuk empati, warga setempat bergotong-royong membantu mendirikan tenda di rumah duka serta menyuplai bantuan makanan untuk keperluan takziah demi meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. 

Kapolsek Tallo, AKP Asfada, menegaskan bahwa pihak kepolisian memberikan perhatian penuh terhadap kasus ini. Selain fokus memburu pelaku, polisi juga menerjunkan personel untuk menjaga lingkungan sekitar rumah duka demi mencegah terjadinya konflik sosial atau aksi balas dendam dari pihak yang geram.

"Kami masih melakukan serangkaian pemeriksaan intensif dan mengumpulkan barang bukti dari TKP, termasuk pakaian yang diduga milik korban. Pendampingan psikologis juga terus kami lakukan untuk membantu ibu korban yang syok berat. Penjagaan di sekitar lokasi juga diperketat agar situasi tetap aman dan kondusif," tegas AKP Asfada. 

Hingga saat ini, bangunan kosong tempat terjadinya pembunuhan masih dipasangi garis polisi (police line). Kasus kekerasan seksual dan pembunuhan anak di bawah umur ini kini tengah ditangani secara intensif oleh Satreskrim Polrestabes Makassar bersama Polsek Tallo guna mengungkap identitas dan menangkap pelaku di balik aksi biadab tersebut.

Topik Menarik