Sosok 4 Pilot Perempuan Pesawat Kepresidenan Prabowo, Srikandi Penjaga Langit RI-1

Sosok 4 Pilot Perempuan Pesawat Kepresidenan Prabowo, Srikandi Penjaga Langit RI-1

Nasional | okezone | Kamis, 28 Mei 2026 - 18:38
share

JAKARTA -Padatnya agenda kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke berbagai daerah dan negara sahabat, ada sosok-sosok penting yang jarang tersorot publik. Mereka bekerja dalam senyap, memastikan keselamatan penerbangan orang nomor satu di Indonesia.

Menariknya, sejumlah pilot yang kini mengawal penerbangan kepresidenan justru merupakan perempuan-perempuan muda Indonesia.

 Mereka bukan hanya menerbangkan pesawat kepresidenan, tetapi juga menembus batas stigma dunia aviasi yang selama ini identik dengan laki-laki. Asisten Khusus Presiden, Dirgayuza Setiawan, memperkenalkan para pilot perempuan tersebut melalui unggahan di akun media sosial pribadinya. Ia menyebut mereka sebagai “outliers”, sosok-sosok unggul yang lahir dari kerja keras, disiplin, dan kecintaan pada Tanah Air.

“Semakin lama saya ikut Presiden Prabowo, semakin banyak saya mengenal para outliers. Mungkin karena Presiden selalu ingatkan, 'kita harus terus temukan, beri kesempatan, dan apresiasi orang-orang terbaik, cinta merah putih, berapapun usianya',” tulis Dirgayuza, dalam keterangan di akun Instagramnya, dikutip Kamis (28/5/2026).

Dirgayuza mengungkap, salah satu sosok tersebut adalah Captain Tania Citra, pilot Boeing 777 Garuda Indonesia yang menerbangkan Presiden Prabowo dalam lawatan luar negeri.

Pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 00.08 WIB, Tania mencatat sejarah sebagai pilot perempuan pertama Garuda Indonesia yang menerbangkan Presiden yang sedang menjabat.

“Siapa saja pilot di balik misi Presiden ke dalam dan luar negeri? Please allow me to introduce some of them here. Para penerbang perempuan muda andalan bangsa kita. Pertama, adalah para pilot Garuda Indonesia penerbang 777 yang membawa Presiden ke tujuan jauh di luar negeri. Salah satunya Captain Tania Citra,” kata dia.

“Garuda berdiri 31 Maret 1950. Hari ini, setelah 76 tahun Garuda ada, 26 Mei 2026 jam 00.08 WIB, Tania jadi pilot perempuan pertama Garuda Indonesia yang menerbangkan Presiden yang sedang menjabat. Sekarang usianya 31 tahun,” ujarnya.

 

“Dua tahun lalu, saat ia 29 tahun, Tania jadi pilot perempuan 777 termuda di dunia. Selain terbang misi kepresidenan dan komersial, ia sekarang juga adalah instruktur perempuan 777 termuda di dunia,” tambah Dirgayuza.

Selain Tania, Dirgayuza juga memperkenalkan Captain Ajeng Mahessa dari Skadron Udara 17 TNI AU yang menerbangkan pesawat Boeing 737 kepresidenan untuk perjalanan dalam negeri dan jarak dekat luar negeri.

“Lalu, para pilot Skadron Udara 17 penerbang 737 yang membawa Presiden ke tujuan dalam negeri dan dekat luar negeri. Salah satunya Captain Ajeng Mahessa. Usia 30 tahun. Sekarang ia adalah pilot 737 kepresidenan termuda di dunia. Ia juga seorang Paskibraka Nasional di tahun 2011,” kata Dirgayuza.

Pilot perempuan lainnya adalah Captain Yustikasari Diana Putri atau Tika dari Skadron Udara 2 TNI AU yang menerbangkan pesawat CN untuk misi kemanusiaan dan penerbangan ke wilayah dengan landasan pendek.

 

“Dan juga para pilot Skadron Udara 2 penerbang CN yang membawa Presiden ke kota dan pulau kecil, dan terbang berbagai misi kemanusiaan ke daerah dengan runway pendek. Salah satunya Captain Yustikasari Diana Putri. Panggilannya Tika. Usia 27. Lulusan TN 24,” ujarnya.

Sementara itu, dukungan logistik kepresidenan juga diperkuat para penerbang Hercules C-130 dari Skadron Udara 31. Salah satunya adalah Captain Gini Setya Rahayu.

“Ada juga para pilot Skadron Udara 31 penerbang C130 Hercules yang membawa perlengkapan Presiden dan menjadi tulang punggung logistik operasi rehabilitasi Sumatera. Salah satunya Captain Gini Setya Rahayu. 24 tahun. Kelahiran 2001. Lulusan SMA TN 27,” papar Dirgayuza.

Menurut Dirgayuza, kisah para perempuan muda berprestasi seperti itu masih jarang mendapat perhatian luas di ruang publik.

“Saya punya dua anak perempuan. Saya menulis dan membagikan catatan tentang para pilot perempuan Presiden Prabowo ini karena saya merasa kisah para outliers seperti Capt. Tania, Capt. Ajeng, Capt. Tika dan Capt. Gini harus lebih banyak diceritakan di ruang kelas dan ruang media, menjadi konsumsi harian inspirasi anak-anak perempuan Indonesia,” kata Dirgayuza.

 

Ia berharap kisah mereka dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak perempuan Indonesia untuk berani bermimpi dan berprestasi di bidang yang selama ini dianggap didominasi laki-laki.

“Di balik sukses mereka, ada ribuan jam belajar, bekerja dan mengumpulkan tekad agar bisa, secara literal, melawan hukum gravitasi dan berhasil terbang tinggi di langit Nusantara dan dunia. Berhasil di dunia yang mayoritas pikir reserved untuk laki-laki saja,” katanya.

“Untuk maju, Indonesia butuh outliers seperti mereka tidak hanya berhasil dalam tugas utama mereka, tapi juga berhasil menumbuhkan harapan, membangun cita cita dan mencetak ribuan outliers lainnya di berbagai bidang,” pungkas Dirgayuza.

Topik Menarik