Sekeluarga asal Semarang Tewas saat Glamping di Temanggung, Keracunan Makanan?

Sekeluarga asal Semarang Tewas saat Glamping di Temanggung, Keracunan Makanan?

Nasional | inews | Kamis, 28 Mei 2026 - 18:12
share

TEMANGGUNG, iNews.id – Polisi menemukan indikasi awal empat orang sekeluarga ditemukan tewas saat glamping di Kabupaten Temanggung diduga mengalami keracunan makanan. Saat ini, sisa makanan barbeque yang dibawa korban saat berkemah dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut. 

“Untuk dugaan pasti penyebab kematian, kami belum bisa mengonfirmasi karena saat ini proses autopsi masih berjalan. Begitu juga dengan pemeriksaan sampel makanan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng,” ujar Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra, dikutip dari iNews Semarang, Kamis (28/5/2026).

Dia mengatakan, masih menyelidiki kasus empat orang sekeluarga tewas dalam tenda saat camping di kawasan wisata Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2026). Keempat korban ditemukan dalam kondisi tubuh terbujur kaku di dalam tenda. 

Korban diketahui merupakan satu keluarga asal Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Identitas korban masing-masing berinisial MHM (52), M (43), AEH (17) dan BAH (21).

Tim Identifikasi Polres Temanggung bersama Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah langsung diterjunkan ke lokasi untuk olah TKP dan memeriksa korban. 

Kronologi Kejadian

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kronologi kejadian bermula saat sekeluarga tersebut datang ke lokasi wisata untuk berkemah dan menginap di area camping, Selasa (26/5/2026) pukul 22.00 WIB. Keesokan harinya, petugas wisata mendatangi tenda korban untuk mengingatkan waktu checkout karena area perkemahan akan dibersihkan, Rabu (27/5/2026) pukul 11.45 WIB.

Karena tidak mendapat jawaban dari dalam tenda, petugas kemudian membuka tenda tersebut. Saat itulah keempat korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam kondisi tubuh kaku.

Hingga kini, Satreskrim Polres Temanggung telah memeriksa sedikitnya empat saksi guna mendalami penyebab pasti kejadian tersebut. Setelah seluruh proses autopsi dan identifikasi selesai dilakukan, jenazah korban rencananya akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Topik Menarik