Live TikTok Pocong di Terowongan Kereta Api, 3 Pelajar di Sragen Ditangkap

Live TikTok Pocong di Terowongan Kereta Api, 3 Pelajar di Sragen Ditangkap

Nasional | inews | Kamis, 28 Mei 2026 - 12:36
share

SRAGEN, iNews.id - Konten horor bertema “pocong jadi-jadian” yang dibuat tiga pelajar di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, viral di media sosial dan membuat resah masyarakat. Ketiganya akhirnya diamankan aparat Polres Sragen saat live TikTok di kawasan Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder, Kamis (28/5/2026) dini hari.

Aksi tersebut dilakukan demi mengejar popularitas dan gift monetisasi di platform TikTok. Salah satu pelaku mengenakan kostum menyerupai pocong, sementara rekannya melakukan siaran langsung dan merekam perjalanan mereka berkeliling Sragen pada malam hari.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengatakan, fenomena konten ekstrem demi viralitas media sosial perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi kalangan remaja.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya anak-anak muda, agar menggunakan media sosial secara bijak dan kreatif tanpa membuat konten yang menimbulkan keresahan masyarakat maupun membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujar Kapolres dikutip dari iNews Semarang, Kamis (28/5/2026).

Menurut dia, aksi yang dilakukan para pelajar tersebut memang bertujuan hiburan dan mencari perhatian publik di media sosial. Namun jika dibiarkan, tren serupa berpotensi memicu kepanikan warga hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Jangan sampai demi mengejar viewers, likes ataupun gift di media sosial, justru menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Ruang digital harus dimanfaatkan untuk hal positif, edukatif dan membangun,” katanya.

Kapolres juga menyoroti pentingnya pengawasan dari lingkungan terdekat terhadap perilaku remaja di era digital saat ini.

“Peran orang tua, keluarga, lingkungan masyarakat hingga pihak sekolah sangat penting dalam memberikan pengawasan, bimbingan dan pembinaan kepada anak-anak. Jangan sampai mereka terpengaruh membuat konten-konten yang berlebihan hanya demi viral di media sosial,” ujar AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.

“Mari bersama-sama kita arahkan generasi muda untuk lebih kreatif, produktif dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital,” pintanya.

Peristiwa bermula pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB saat sejumlah pelajar berkumpul di sebuah rumah di kawasan Perumahan Plumbungan Indah, Kecamatan Karangmalang, Sragen. Mereka kemudian menyiapkan atribut dan kostum pocong untuk dijadikan konten live TikTok.

Sekitar pukul 22.30 WIB, siaran langsung dimulai. Dengan menggunakan sepeda motor, rombongan berkeliling menuju sejumlah titik di pusat Kota Sragen, mulai dari Stadion Taruna, Alun-Alun Sasono Langen Putro hingga kawasan Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder.

Lokasi tersebut sengaja dipilih karena dikenal sepi pada malam hari sehingga dianggap mampu menciptakan suasana mencekam untuk menarik perhatian penonton TikTok.

Namun aksi mereka tidak berlangsung lama. Saat berada di area terowongan rel kereta api, ketiganya langsung diamankan anggota Sat Intelkam Polres Sragen yang sedang patroli dan monitoring aktivitas media sosial.

Tiga pelajar yang diamankan masing-masing berinisial RA (17) sebagai pemeran pocong, RG (17) selaku operator live TikTok dan JS (17) yang ikut dalam rombongan. Hasil pendalaman sementara menunjukkan tidak ditemukan motif tindak pidana lain selain pembuatan konten hiburan untuk meningkatkan interaksi akun media sosial mereka.

Meski demikian, polisi menilai fenomena tersebut tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi meresahkan warga dan memicu gangguan keamanan.

“Kami mengedepankan pembinaan terhadap anak-anak ini dengan melibatkan orang tua dan sekolah. Harapan kami, kejadian serupa tidak kembali terulang dan menjadi pelajaran bersama bahwa kebebasan bermedia sosial tetap memiliki batas dan tanggung jawab,” ujarnya.

Topik Menarik