Forum Gerakan Moral Pendidikan Kaltim Desak Kampus Bebas dari Politik Praktis
Forum Gerakan Moral Pendidikan Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar konsolidasi lintas elemen masyarakat di Avens Cafe, Jalan A.W. Syahranie, Samarinda, Sabtu (23/5/2026). Dalam kesempatan itu, forum tersebut mendorong kampus bebas dari arena perebutan pengaruh politik.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 39 organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh seni budaya, akademisi, serta organisasi kepemudaan. Rektor Universitas Mulawarman turut hadir dalam forum tersebut atas undangan langsung dari Forum Gerakan Moral Pendidikan Kalimantan Timur.
Kehadiran Rektor Unmul dimaksudkan sebagai ruang dialog terbuka agar para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat,tokoh seni budaya, akademisi, dan unsur kepemudaan dapat secara langsung menyampaikan aspirasi, kepedulian, keresahan, serta harapan mereka terhadap masa depan dunia pendidikan di Kalimantan Timur, khususnya Universitas Mulawarman.
Baca juga: Sivitas Akademika Universitas Mulawarman Serukan Penyelamatan Demokrasi
Forum menilai Universitas Mulawarman bukan sekadar institusi pendidikan tinggi, melainkan simbol marwah pendidikan Kalimantan Timur yang harus dijaga bersama dari segala bentuk kepentingan yang dapat mencederai independensi akademik dan keharmonisan sosial masyarakat.Forum ini menjadi respons serius atas dinamika Pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Pilrek Unmul) yang dinilai mulai mengarah pada potensi masuknya kepentingan politik praktis ke dalam ruang akademik. “Begitu politik praktis masuk ke kampus, maka yang rusak bukan hanya sistemnya, tetapi juga kepercayaan publik,” kata Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Syaharie Jaang.
“Ini adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar. Jika kami harus turun ke lapangan, bahkan menyampaikan langsung persoalan ini hingga ke kementerian atau bahkan kepada Presiden Republik Indonesia demi menjaga dunia pendidikan Kalimantan Timur, khususnya Universitas Mulawarman, maka saya siap memimpin barisan ini,” sambungnya.
Jenderal Kopassus Ini Ungkapnya Beratnya Seleksi Pasukan Baret Merah, Disiksa Bak Tawanan Perang!
Sementara itu, Ketua Umum LPADKT Vendy Meru mengatakan, kondusivitas Universitas Mulawarman yang selama ini terjaga jangan sampai retak hanya karena ambisi segelintir pihak dalam momentum pemilihan rektor. “Kami mungkin tidak memiliki hak pilih, tetapi kami memiliki tanggung jawab moral terhadap masa depan pendidikan dan stabilitas sosial masyarakat Kalimantan Timur,” ujarnya.
“Di bawah kepemimpinan Prof. Abdunnur, Unmul mengalami banyak kemajuan dan prestasi. Karena itu, keberlanjutan pembangunan dan kemajuan universitas menjadi hal penting yang harus dijaga,” lanjutnya.
Ketua DAD Kaltim Viktor Juan mengungkapkan pihaknya bicara bukan hanya soal kampus. “Ini soal stabilitas sosial. Jika pendidikan dipolitisasi, maka potensi konflik di masyarakat itu nyata dan tidak boleh diremehkan,” ujarnya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Kutai Awang Irwan Setiawan menuturkan, yang perlu digarisbawahi bahwa forum ini bukan forum politik praktis. “Ini adalah forum dialog tentang dunia pendidikan Kalimantan Timur. Kami berkumpul karena memiliki keresahan yang sama terhadap ancaman politik praktis yang mulai masuk ke lingkungan kampus,” katanya.
Akademisi Prof. Adri Patton menambahkan, jika berbicara tentang Universitas Mulawarman hari ini, tidak bisa dipungkiri banyak capaian dan prestasi yang diraih di bawah kepemimpinan Prof. Abdunnur. “Karena itu, menjadi aneh apabila proses pemilihan rektor justru lebih menonjolkan dukungan politik dibandingkan gagasan keberlanjutan pembangunan universitas,” tegasnya.










