Gelar Gen Sawit 2026 di Udayana, BPDP Edukasi Generasi Muda
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkolaborasi dengan Universitas Udayana menyelenggarakan kegiatan GenSawit 2026 di Universitas Udayana, Denpasar, Bali, belum lama ini. Dalam kegiatan ini, mengundang narasumber dari IPB University dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Pusat serta telah hadir sekitar 350 mahasiswa/i dari beberapa universitas di Bali.
Kepala Divisi Kerja Sama dan Kelembagaan BPDP Aida Fitria mengatakan, Kegiatan GenSawit merupakan salah satu upaya BPDP meningkatkan literasi generasi muda mengenai peran strategis sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa sawit bagi pembangunan nasional.
Baca juga: Kadispenad: Joni Pemanjat Tiang Bendera Jalani Pendidikan di Rindam Udayana
“Generasi muda memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi melalui penelitian, teknologi, digitalisasi serta pengembangan gagasan yang inovatif. Mahasiswa tidak hanya diharapkan menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu membangun narasi berbasis data dan ilmu pengetahuan,” ujar Aida, Jumat (22/5/2026).
Sejalan dengan Aida Fitria, Guru Besar IPB University Prof Yanto Santosa mengatakan, generasi muda dan mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun cara pandang yang lebih objektif terhadap berbagai isu strategis, termasuk industri sawit Indonesia. Di era digital saat ini, arus informasi berkembang sangat cepat, namun tidak semua informasi disertai data yang utuh dan dapat dipertanggungjawabkan. Isu sawit seringkali berkembang bukan hanya berdasarkan fakta ilmiah, tetapi juga dipengaruhi opini, kepentingan ekonomi global, serta informasi yang tidak utuh. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk tidak mudah menerima narasi secara sepihak, melainkan membangun kebiasaan berpikir kritis, analitis dan berbasis fakta.
Generasi muda juga perlu memahami bahwa tantangan keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama. Industri sawit harus terus didorong menjadi lebih berkelanjutan, transparan, dan ramah lingkungan, namun kritik terhadap sawit juga harus disampaikan secara objektif dan proporsional.
Dengan cara pandang seperti ini, generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi melalui gagasan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masa depan Indonesia. Pada akhirnya, bangsa yang maju membutuhkan generasi yang tidak mudah terpengaruh oleh narasi tanpa dasar, melainkan mampu berdiri di atas data, ilmu pengetahuan, dan integritas intelektual.
“Dengan sikap tersebut, generasi muda dapat berperan aktif menjaga kepentingan nasional sekaligus mendorong terciptanya industri sawit Indonesia yang semakin berdaya saing dan berkelanjutan di tingkat global,” kata Yanto.
Menurut dia, pendekatan berbasis data juga membantu membangun narasi yang lebih seimbang mengenai dampak sosial ekonomi sawit. Industri ini telah menjadi sumber penghidupan bagi jutaan tenaga kerja dan petani kecil di Indonesia. Fakta ini seringkali kurang mendapat perhatian dalam kampanye negatif internasional. Dengan dukungan publikasi ilmiah, forum internasional, dan kolaborasi antaruniversitas maupun lembaga riset global, Indonesia dapat menghadirkan perspektif yang lebih komprehensif dan tidak semata-mata melihat sawit dari sisi lingkungan saja.
Djono A Burhan, Head of International Relation dan Pengembangan SDM DPP Apkasindo (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Pusat) mengatakan, peran dan kontribusi petani kelapa sawit Indonesia tentu sangat besar terhadap keberlanjutan industri sawit karena petani sawit sebanyak 41 atau 16 juta petani dan keluarga petani menggantungkan hidupnya dari kelapa sawit.
Berarti tidak bisa dipungkiri bahwa petani juga berkontribusi terhadap pariwisata di Bali meskipun di Bali tidak ada lahan atau pohon sawit. Hal tersebut kemudian juga mendasari para petani kelapa sawit berharap bagaimana bersama-sama menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit dengan menyuarakan manfaat dari kelapa sawit baik untuk industri sawit maupun sampai ke industri pariwisata di Bali yang sangat terkenal.
Melalui terselenggaranya kegiatan GenSawit 2026, BPDP berharap bahwa generasi muda dapat menggunakan kemampuan mengolah informasi berbasis data serta dapat berkontribusi melalui ide, inovasi, dan karya nyata bagi masa depan industri sawit Indonesia.










