Kecelakaan Maut Bus Pariwisata dengan Truk di Tol Jombang-Mojokerto, 1 Orang Tewas 2 Luka
MOJOKERTO, iNews.id - Kecelakaan terjadi di ruas Tol Jombang-Mojokerto KM 700+800 jalur B, Jumat (22/5/2026) pagi. Bus pariwisata menabrak truk boks hingga menyebabkan sopir truk tewas di lokasi kejadian.
Kepala Unit PJR Jatim III AKP Sudirman mengatakan, kecelakaan terjadi pukul 06.50 WIB dan melibatkan bus pariwisata Isuzu NQR bernopol B 7579 TK dengan truk boks Hino bernomor pelat L 9419 CQ.
Bus yang dikemudikan Asriawarman (48), warga Pondok Aren, Tangerang Selatan, melaju dari arah Bali menuju Jakarta. Saat tiba di wilayah Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, bus diduga kurang menjaga jarak aman sehingga menabrak bagian belakang truk boks yang dikemudikan Karso (57), warga Desa Mangkujajar, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan.
"Berdasarkan hasil olah TKP sementara, sopir bus diduga kurang mengantisipasi jarak aman berkendara. Akhirnya menabrak bagian belakang truk boks bermuatan keramik sekitar empat ton yang berjalan di lajur kiri,” ujar AKP Sudirman dikutip dari iNews Mojokerto.
Benturan keras membuat truk boks oleng ke kiri hingga menghantam guardrail bahu jalan dan terguling melintang di lajur kiri tol. Sopir truk mengalami luka berat di bagian kepala dan tewas.
Sementara itu, kernet truk bernama Fahrul Rosi (27), warga Desa Madupat, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, mengalami luka ringan. Sopir bus dan seorang penumpang bus bernama Mitra Permana (30), warga Ciranjang, Cianjur, juga mengalami luka ringan.
Sebanyak 12 penumpang lainnya dilaporkan selamat. Akibat kecelakaan tersebut, bagian depan bus rusak parah, sedangkan truk boks rusak di beberapa bagian.
Petugas PJR bersama pengelola Tol Jombang-Mojokerto segera melakukan evakuasi kendaraan dan pengaturan arus lalu lintas untuk mengurai kepadatan di lokasi kejadian.
“Korban meninggal satu orang, sedangkan korban luka sudah mendapat penanganan medis,” ujarnya.
Dia mengimbau para pengguna jalan tol agar selalu menjaga konsentrasi saat berkendara, mematuhi batas kecepatan, menggunakan sabuk pengaman, serta beristirahat apabila merasa lelah atau mengantuk. Keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama.










