5 WNI Ditangkap Israel, Dudung Minta Kemlu Segera Lakukan Diplomasi

5 WNI Ditangkap Israel, Dudung Minta Kemlu Segera Lakukan Diplomasi

Berita Utama | sindonews | Selasa, 19 Mei 2026 - 09:48
share

Pemerintah mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan telah berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan meminta untuk segera melakukan pendekatan melalui jalur diplomasi.

"Saya sudah komunikasi dengan Kemlu untuk segera melakukan pendekatan melalui jalur diplomasi," tegas Dudung saat dihubungi SindoNews, Selasa (19/5/2026).

Baca juga: Kemlu Desak Israel Bebaskan WNI di Armada Global Sumud Flotilla

Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza, Palestina. Mereka terbagi dalam lima kapal dari total 54 kapal yang berlayar.

Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyatakan, lima dari sembilan WNI tersebut ditangkap tentara Zionis Israel. Informasi itu diterima GPCI per pukul 21.00 WIB, Senin (18/5/2026).

"Sampai sekarang belum bisa dipastikan posisi terkini dari 9 orang, 5 orang tertangkap dan 4 orang masih dibeberapa tempat," ujar Dudung.

Baca juga: PFI Pusat Kecam Penahanan 2 Jurnalis Indonesia oleh Israel

Sebelumnya, Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa hingga saat ini sedikitnya sepuluh kapal telah dikonfirmasi ditangkap termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang berada di kapal Josef sebagai delegasi GPCI - Rumah Zakat.“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” ujar Yvonne.

Sementara itu, kapal yang membawa jurnalis Bambang Noroyono alias Abeng hingga saat ini masih terus diupayakan untuk dihubungi guna mengetahui status kapal, termasuk kondisi Bambang Noroyono di kapal tersebut.

“Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” lanjutnya.

Yvonne juga menegaskan bahwa pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat.

“Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” ujarnya.

Sejak awal Kemlu RI melalui Direktorat Pelindungan WNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan para WNI.

Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan.

Topik Menarik