Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Maluku Barat Daya, Warga Sorong dan Raja Ampat Panik Berhamburan

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Maluku Barat Daya, Warga Sorong dan Raja Ampat Panik Berhamburan

Nasional | inews | Jum'at, 15 Mei 2026 - 06:32
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi terkait gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Maluku Barat Daya pada Jumat (15/5/2026) dini hari. Gempa yang terjadi pada kedalaman 163 kilometer itu memicu kepanikan warga di sejumlah wilayah Indonesia timur, termasuk Kota Sorong dan Kabupaten Raja Ampat.

Berdasarkan data terbaru BMKG, pusat gempa berada di koordinat 6,09 Lintang Selatan dan 130,56 Bujur Timur, sekitar 225 kilometer di utara Tanimbar. Guncangan dirasakan di sejumlah daerah, seperti Saumlaki, Banda, Tual, Dobo, Masela, Sorong, hingga Raja Ampat dengan intensitas II–III MMI.

“Gempa magnitudo 6,7 terjadi pada 15 Mei 2026 pukul 00.53 WIB di koordinat 6,09 LS dan 130,56 BT atau sekitar 225 kilometer utara Tanimbar dengan kedalaman 163 kilometer. Guncangan dirasakan di Saumlaki, Banda, Tual, Dobo, Masela, Sorong, dan Raja Ampat pada skala II–III MMI,” dikutip dari keterangan BMKG.

Skala II–III MMI menunjukkan getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan menimbulkan sensasi seperti kendaraan berat yang melintas. Meski tidak menyebabkan kerusakan besar, gempa yang terjadi saat warga sedang beristirahat menimbulkan kepanikan di sejumlah wilayah.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami meskipun getarannya terasa cukup luas. “Gempa bumi magnitudo 6,7 di wilayah barat laut Maluku Tenggara Barat tidak berpotensi tsunami,”.

Di Kota Sorong, sejumlah warga dilaporkan keluar rumah setelah merasakan guncangan cukup kuat selama beberapa detik. Kepanikan terjadi karena gempa berlangsung secara tiba-tiba saat sebagian besar warga masih tidur.

Warga Kota Sorong, Olha Mulalinda, mengaku terkejut ketika merasakan lantai rumah bergoyang. “Saya kaget sekali. Guncangannya kuat, sampai saya kira tubuh saya yang oleng,” ujar Olha dikutip dari iNews Sorong Raya.

Hal serupa disampaikan Zadrak Wanggai, warga Aimas, Kabupaten Sorong. Dia mengatakan getaran gempa terasa cukup kuat hingga membangunkan warga dari tidur. “Guncangannya kuat sekali, di Aimas juga terasa,” kata Zadrak.

Selain wilayah Sorong Raya, laporan guncangan juga datang dari Waisai di Kabupaten Raja Ampat dan sejumlah daerah lain di Papua Barat Daya. Warga di Sorong Selatan turut merasakan getaran dengan intensitas sedang.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.

“Masyarakat diimbau waspada terhadap kemungkinan gempa susulan,”.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Aparat dan pemerintah daerah di wilayah terdampak masih melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman dan terkendali.

Topik Menarik