Jelang Iduladha, Kambing Kurban Ramai-Rami Bersolek ke Salon Hewan di Cilacap

Jelang Iduladha, Kambing Kurban Ramai-Rami Bersolek ke Salon Hewan di Cilacap

Nasional | inews | Jum'at, 15 Mei 2026 - 03:46
share

CILACAP, iNews.id – Menjelang Hari Raya Iduladha, kesibukan luar biasa tak hanya terlihat di lapak penjualan hewan kurban, tetapi juga di Pasar Hewan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Di sini, terdapat salon khusus kambing yang mendadak banjir pelanggan. 

Para pedagang dan pemilik kambing berbondong-bondong membawa hewan ternak mereka untuk "bersolek". Tujuannya agar penampilan kambing terlihat lebih gagah, bersih, dan tentu saja untuk mendongkrak harga jual di mata calon pembeli. 

Jaja, satu-satunya pemilik salon kambing di kompleks pasar tersebut, mengaku kewalahan melayani permintaan yang melonjak tajam. Layanan yang ditawarkan salon milik Jaja terbilang lengkap, layaknya perawatan grooming hewan peliharaan mewah.

Beberapa perawatan yang menjadi favorit antara lain potong tanduk. Kambing yang bertanduk terlalu panjang atau tidak beraturan dipotong dan dirapikan menggunakan gergaji besi dan kikir.

Selain itu, manicure dan pedicure. Kuku kambing dibersihkan dan dipotong agar kaki kambing terlihat kokoh dan cukur bulu. Bulu-bulu yang gimbal atau kusam dirapikan menggunakan sisir dan beragam jenis gunting khusus agar kambing terlihat lebih "ganteng".

"Untuk satu ekor kambing, waktu pengerjaannya sekitar setengah jam, tergantung tingkat kesulitan dan permintaan pemilik," ujar Jaja, Kamis (14/5/2026).

Keberadaan salon ini menjadi solusi bagi para pedagang yang ingin memberikan kesan pertama yang menggoda bagi konsumen. Tarif yang dipatok pun cukup terjangkau, berkisar antara Rp20.000 hingga Rp50.000 per ekor, tergantung jenis perawatan yang dipilih. 

Kenaikan jumlah "pasien" di salon Jaja pun sangat signifikan. Jika pada hari biasa ia hanya melayani 10 hingga 20 ekor, kini menjelang Iduladha, jumlah kambing yang mengantre mencapai 25 hingga 35 ekor per hari.

Strategi Pedagang Naikkan Harga

Haru, salah satu pemilik kambing, mengaku rutin membawa ternaknya ke salon milik Jaja sebelum dipajang di pasar. Menurutnya, kambing yang sudah mendapatkan perawatan memiliki daya tarik yang jauh berbeda dibandingkan kambing yang dibiarkan apa adanya.

"Kalau sudah rapi, tanduknya simetris, dan bulunya bersih, kambing jadi kelihatan lebih gagah. Pembeli lebih suka dan harga jualnya pun bisa lebih tinggi," ungkap Haru. 

Urai jemari kreatif Jaja terbukti mampu mengubah tampilan kambing yang tadinya biasa saja menjadi hewan kurban "kelas sultan" yang siap dipinang para pemburu hewan kurban.

Topik Menarik