Warga Grobogan Tewas Tersengat Listrik saat Bantu Renovasi Rumah Tetangga
GROBOGAN, iNews.id - Nasib memilukan dialami Hirmanto (46) Dokoro, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Dia tewas tersengat listrik tegangan tinggi saat membantu merenovasi rumah tetangga, Kamis (14/5/2026).
Kapolsek Polsek Wirosari AKP Saptono Widyo Hariyanto mengatakan peristiwa nahas itu terjadi saat korban naik ke atap rumah untuk memotong kawat besi pengikat tiang antena pemancar sinyal setinggi sekitar 17 meter. Korban diketahui ikut membantu proses renovasi rumah Juwoto saat kejadian bersama sejumlah warga lainnya.
Namun setelah kawat berhasil dipotong, tiang antena besi tersebut kehilangan keseimbangan dan roboh hingga mengenai kabel listrik utama milik PLN. Nahas, saat itulah insiden yang tidak diinginkan terjadi.
“Tangan kiri korban saat itu masih memegang kawat besi yang terhubung dengan tiang tersebut. Akibatnya, korban langsung tersengat arus listrik hingga terjatuh ke tanah,” ujar AKP Saptono Widyo Hariyanto, Kamis (14/5/2026).
Warga sekitar sontak panik setelah terdengar suara ledakan keras disertai percikan api akibat korsleting listrik. Api bahkan sempat merambat dan membakar sebagian dinding kayu rumah sebelum akhirnya berhasil dipadamkan secara swadaya oleh warga sekitar.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan perangkat Desa Dokoro bernama Mulyadi kepada polisi. Anggota Polsek Wirosari bersama Tim Inafis Polres Grobogan dan tenaga medis dari Puskesmas Wirosari II langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan dua tiang antena besi dengan total panjang sekitar 17 meter, router pemancar sinyal dalam kondisi hangus serta bagian rumah sebelah kiri depan yang ikut terbakar.
Sementara hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka bakar serius hampir di seluruh tubuh, mulai dari kepala, punggung hingga kaki.
Luka paling parah ditemukan di bagian lengan dan telapak tangan kiri korban yang diduga bersentuhan langsung dengan sumber arus listrik. Petugas memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Kapolsek Wirosari juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat bekerja dekat jaringan listrik, terutama ketika menggunakan material logam seperti tiang antena maupun galvalum.
“Pastikan ada jarak aman atau koordinasi dengan pihak terkait jika pekerjaan berisiko menyentuh jaringan listrik utama guna menghindari korsleting maupun korban jiwa,” kata Kapolsek.










