Gunung Dukono Meletus Siang Ini, Kolom Abu Capai 1.500 Meter

Gunung Dukono Meletus Siang Ini, Kolom Abu Capai 1.500 Meter

Berita Utama | inews | Rabu, 13 Mei 2026 - 13:56
share

HALMAHERA UTARA, iNews.id - Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Rabu (13/5/2026) siang. Letusan gunung api aktif tersebut menghasilkan kolom abu vulkanis setinggi sekitar 1.500 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api, Bambang Sugiono, erupsi terjadi sekitar pukul 12.48 WIT. Saat laporan dibuat, aktivitas erupsi masih terus berlangsung.

“Tinggi kolom letusan teramati ± 1.500 meter di atas puncak (± 2.587 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut,” tulis Bambang Sugiono dalam laporan pengamatan Gunung Dukono dikutip Rabu (13/5/2026).

Kolom abu vulkanis terlihat membubung tinggi dari kawah gunung dengan warna putih hingga kelabu pekat. Arah sebaran abu mengarah ke barat laut mengikuti kondisi angin di sekitar kawasan gunung.

Gunung Dukono diketahui merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Aktivitas erupsi dengan lontaran abu vulkanis kerap terjadi secara periodik di gunung tersebut.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan wisatawan di sekitar kawasan Gunung Dukono.

PVMBG meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas, pendakian maupun mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi.

“Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km,” bunyi rekomendasi PVMBG.

Selain itu, masyarakat di sekitar gunung juga diminta mewaspadai dampak abu vulkanis yang sewaktu-waktu dapat berubah arah sesuai kondisi angin.

PVMBG mengimbau warga selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanis.

“Mengingat letusan dengan abu vulkanis secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut,” tulis rekomendasi tersebut.

Hingga kini, aktivitas Gunung Dukono masih terus dipantau petugas pos pengamatan gunung api. Warga diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya abu vulkanis.

Topik Menarik