Oknum Polisi Terduga Penganiaya Siswa SMP Ditahan di Polres Sikka

Oknum Polisi Terduga Penganiaya Siswa SMP Ditahan di Polres Sikka

Nasional | inews | Selasa, 12 Mei 2026 - 18:38
share

MAUMERE, iNews.id – Oknum polisi yang diduga menganiaya siswa SMP berinisial AHP (14) di Kota Maumere, ditahan di Mapolres Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penahanan selama 10 hari dilakukan untuk memudahkan proses pemeriksaan terhadap oknum anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sikka tersebut.

Kasi Propam Polres Sikka, AKP Ignatius Somba Say, menegaskan, tidak akan memberikan toleransi bagi anggota yang melanggar aturan dan melakukan kekerasan terhadap warga. 

"Saya sikapi, ketika anggota itu salah, saya akan proses tegas. Saat ini oknum yang bersangkutan telah diambil tindakan disiplin berupa penahanan di sel selama 10 hari untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata AKP Ignatius, Selasa (12/5/2026). 

Pihak keluarga sebelumnya melaporkan oknum anggota itu ke Unit Propam Polres Sikka terkait pelanggaran etika, serta ke SPKT terkait penganiayaan anak di bawah umur. 

Hingga Selasa sore, korban masih dimintai keterangan oleh penyidik untuk melengkapi berkas perkara. Pihak keluarga berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi korban yang masih di bawah umur.

Diperoleh informasi, aksi kekerasan tersebut terjadi di lingkungan Mapolres Sikka pada Selasa (12/5/2026). Insiden bermula saat korban terjaring patroli karena mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm saat hendak berangkat ke sekolah.

Dianiaya karena Minta Uang Ojek

Korban AHP menceritakan, kejadian bermula saat motornya diamankan petugas di Jalan Ahmad Yani dan dibawa ke area parkir penitipan barang bukti Satlantas. Karena tidak memegang uang untuk pulang ke rumah, AHP berniat meminjam uang kepada oknum polisi tersebut untuk ongkos ojek. 

"Saya takut bapak tidak ada di rumah, jadi saya minta, 'Pak, bisa minta uang Rp10.000 kah Pak buat ojek saya pulang?'. Tidak lama, dia langsung turun dari motor dan bilang 'Kau main gila dengan saya', terus dia langsung pukul saya," ungkap AHP di Maumere, Selasa (12/5/2026). 

AHP mengaku dipukul berkali-kali di bagian belakang kepala hingga dicekik di halaman parkir belakang Kantor Lantas. Korban kemudian pulang dalam keadaan menangis dan melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya.

Mendengar pengakuan sang anak, ayah korban segera mendatangi Mapolres Sikka untuk meminta klarifikasi. Namun, ketegangan sempat terjadi saat pertemuan dengan pihak kepolisian. 

Diduga karena syok dan tekanan emosional yang tinggi, ayah AHP tiba-tiba jatuh pingsan di area kantor polisi. Ia pun harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis 

"Bapak sempat marah ke polisi, terus pas keluar Bapak pingsan di sini. Bapak dibawa ke UGD, saya juga ikut untuk periksa luka di kepala," kata AHP.

Topik Menarik