Maling Mangga Tewas di Bontang Viral, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
BONTANG, iNews.id - Kasus tewasnya pria berinisial RI di Kota Bontang, Kalimantan Timur, yang viral di media sosial karena diduga mencuri mangga, masih terus didalami polisi. Selain menyelidiki penyebab kematian RI, polisi juga menangani kasus pengeroyokan dan perusakan yang terjadi setelah peristiwa tersebut.
RI ditemukan tewas di kawasan Jalan KS Tubun, Gang Bersama 7, Kelurahan Api-Api, Kota Bontang. Dia diduga tewas setelah terjatuh dari pohon mangga saat berusaha melarikan diri.
Kanit Pidum Polres Bontang, Ipda Markus Sihotang menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pra-rekonstruksi, korban datang bersama rekannya berinisial M untuk mengambil buah mangga di halaman rumah warga pada malam hari.
Aksi keduanya dipergoki pemilik rumah sehingga rekan RI langsung melarikan diri. Sementara itu, RI yang berada di atas pohon diduga mencoba kabur dengan melompat. Namun, korban kehilangan pijakan dan terjatuh ke belakang hingga akhirnya tewas.
"Saat rekonstruksi kami menghadirkan diduga teman pelaku dengan warga sekitar dan hasil pra rekonstruksi yang kami dapatkan dari keterangan teman pelaku ini melihat pelaku lompat dari atas karena tumpuan kakinya tidak kuat sehingga jatuh ke belakang kepala belakangnya terantuk ujung pagar fondasi," Ipda Markus.
Usai pemakaman, keluarga RI mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penganiayaan terhadap pemilik pohon mangga serta salah seorang tetangganya.
Polisi menyebut aksi tersebut dipicu isu dugaan penganiayaan terhadap korban sebelum tewas. "Saat acara di rumah pelaku, ada yang mengatakan bahwa pelaku ini setelah jatuh dilakukan penganiayaan dan itu yang membangkitkan rekan-rekan pelaku marah dan mendatangi TKP dan melakukan kekerasan terhadap tetangga yang memiliki CCTV," ucapnya.
Selain itu, keluarga korban juga melakukan perusakan dan penganiayaan terhadap tetangga pemilik kamera pengawas atau CCTV karena tidak dapat menunjukkan rekaman kejadian yang disebut telah terhapus otomatis.
"Karena merasa tidak puas pihak keluarga pelaku melakukan penganiayaan terhadap yang memiliki CCTV tersebut," katanya.
Saat ini, polisi telah memeriksa tujuh saksi terkait dugaan pencurian dan empat saksi dalam kasus pengeroyokan dan perusakan.
Untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, polisi berencana meminta keterangan dari pihak medis dan membuka kemungkinan dilakukan ekshumasi apabila diperlukan.
"Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap dokter di mana yang besangkutan dirawat sebelum meninggal. Jima diperlukan kami akan melakukan ekshumasi terhadap yang meninggal," ujarnya.










