Peringati May Day, Gapempi Dukung Peningkatan Kesejahteraan Buruh

Peringati May Day, Gapempi Dukung Peningkatan Kesejahteraan Buruh

Nasional | sindonews | Jum'at, 1 Mei 2026 - 17:29
share

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gabungan Pengusaha Merah Putih Indonesia (DPN Gapempi) Minarni Panggabean mendukung upaya peningkatan kesejahteraan buruh dan pekerja Indonesia. Dukungan itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.

“Pekerja sejahtera, bangsa berdaya,” kata Minarni menyambut peringatan May Day di Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Baca juga: Prabowo Janjikan Buruh Tidak Ngontrak Lagi

Pengusaha yang juga seorang advokat itu berpendapat, kesejahteraan buruh atau pekerja sudah selayaknya mendapat perhatian semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pengusaha, organisasi-organisasi buruh, hingga lembaga-lembaga pemerhati perburuhan.

Minarni mengatakan, di tengah dinamika ekonomi global dan pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) serta otomatisasi, 1 Mei bukan sekadar hari libur nasional atau seremoni rutin.

“Tahun ini, fokus utamanya lebih tajam, yaitu dukungan nyata terhadap peningkatan kesejahteraan buruh,” ujarnya.

Dengan tema besar yang diusung oleh berbagai serikat pekerja yaitu “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, peringatan 2026 menuntut sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja untuk menciptakan ekosistem kerja yang adil, manusiawi, dan berkeadilan.

Baca juga: Prabowo Teken Perpres Perlindungan Ojol, Minimal 92 Pendapatan untuk Pengemudi

Minarni mengatakan, buruh dan pekerja adalah tulang punggung pembangunan ekonomi. Minarni melanjutkan, kesejahteraan mereka, baik dalam bentuk upah layak, keamanan kerja, maupun jaminan sosial, adalah fondasi utama kemajuan industri.Minarni menyebut peringatan May Day 2026 menekankan meningkatkan kesejahteraan bukanlah beban perusahaan, melainkan investasi strategis.

“Pekerja yang sejahtera adalah pekerja yang produktif, inovatif, dan loyal, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing industri di era globalisasi,” lanjutnya.

Minarni mengaku sudah mengumpulkan berbagai aspirasi buruh yang disuarakan menjelang 1 Mei 2026. Terkait desakan penyesuaian upah layak yang berkeadilan, Minarni menilai kenaikan upah minimum 2026 yang disesuaikan dengan biaya hidup layak dan laju inflasi, bertujuan untuk menjaga daya beli pekerja

Minarni juga setuju dengan tuntutan revisi peraturan ketenagakerjaan untuk menghapus sistem kerja alih daya (outsourcing) yang merugikan, serta memastikan status kerja yang lebih tetap (permanen) bagi pekerja.

Minarni juga mendukung upaya transisi berkeadilan di era digital. Menurut dia, tuntutan agar perusahaan menyediakan pelatihan ulang (reskilling) yang dibiayai penuh bagi pekerja yang terdampak otomatisasi atau AI merupakan hal yang wajar, agar mereka tidak kehilangan pekerjaan.Minarni juga menyoroti perlindungan kesehatan mental dan fisik pekerja. Bagi dia, sudah selayaknya pengusaha mengakui risiko psikososial di tempat kerja, seperti stres dan burnout atau kelelahan akibat beban kerja berlebih, serta mendorong regulasi mengenai lingkunga kerja yang aman dan sehat.

Hal itu, katanya, sejalan dengan fokus global yang dikemukakan International Labour Organization (ILO) atau Organisasi Perburuhan Internasional. Melalui penelusuran, badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk masalah ketenagaakerjaan dan keadilan sosial itu, dalam peringatan May Day 2026 berfokus pada “Penciptaan lingkungan kerja psikososial yang sehat bagi semua pekerja”.

Minarni yang terpilih sebagai Ketua Umum DPN Gapempi dalam Musyawarah Nasional I Januari lalu itu juga mengungkapkan dukungannya kepada pemerintah dalam mengelola isu perburuhan di Tanah Air.

“Semua upaya yang dilakukan pemerintah di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto, saya yakin itu untuk kebaikan bersama, kebaikan semua pihak, terutama untuk kesejahteraan buruh atau pekerja,” ungkapnya.

“Peringatan May Day 2026 harus menjadi titik balik di mana kolaborasi mengalahkan konfrontasi, dan kesejahteraan buruh ditempatkan sebagai prioritas utama,” ucapnya.

Topik Menarik