Mensesneg Beberkan Peran Dasco dalam Keputusan Prabowo Benahi Perlintasan KA

Mensesneg Beberkan Peran Dasco dalam Keputusan Prabowo Benahi Perlintasan KA

Nasional | okezone | Kamis, 30 April 2026 - 19:35
share

JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengungkap adanya peran Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang mendorong Presiden Prabowo Subianto, memutuskan melakukan pembenahan terhadap sistem perlintasan kereta api di Indonesia.

Hal itu bermula ketika Dasco menghubungi Presiden usai meninjau langsung lokasi kecelakaan KRL Commuter Line dan Kereta Rel Diesel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4) malam.

Melalui sambungan telepon dengan Presiden, kata Prasetyo, Dasco menyampaikan kondisi korban serta aspirasi yang disampaikan Wali Kota Bekasi dan Kapolda Metro Jaya terkait pembangunan jembatan layang (flyover) di perlintasan kereta api, pos penjagaan, serta kondisi sarana perkeretaapian seperti minimnya palang pintu perlintasan.

Dasco juga menyampaikan upaya penyelesaian jangka panjang dengan mengusulkan percepatan pembangunan flyover Bulak Kapal di Bekasi yang sebelumnya terhambat anggaran. Usulan tersebut disebut telah disampaikan kepada Presiden dan telah mendapat persetujuan.

Atas aspirasi tersebut, kata Mensesneg, Presiden merespons cepat dengan menjenguk korban kecelakaan kereta api di RSUD Kota Bekasi serta menyiapkan anggaran Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 perlintasan kereta di Pulau Jawa.

“Wakil Ketua DPR RI, Pak Dasco, langsung menghubungi Bapak Presiden pada malam terjadinya insiden kecelakaan KA di Bekasi. Dari hasil komunikasi tersebut, Bapak Presiden langsung meninjau korban dan menyiapkan anggaran perbaikan sarana perkeretaapian,” kata Prasetyo, Kamis (30/4/2026).

 

Prasetyo menyebut Presiden juga telah memberikan arahan agar korban kecelakaan ditangani secara maksimal, sekaligus menyoroti aspek teknologi dan kondisi sarana perkeretaapian. Selain itu, pemerintah diminta menyiapkan langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sebelumnya, pemerintah memastikan proyek pembangunan jembatan layang (flyover) di perlintasan kereta api akan dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

“Ada sekitar 1.800 titik lintasan seperti ini, saya kira sejak zaman Belanda, dan saya sudah perintahkan segera diperbaiki semua,” ujar Prabowo di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026).

Prabowo menuturkan, pemerintah tengah menyiapkan langkah perbaikan menyeluruh, termasuk opsi penambahan penjagaan maupun sistem pengamanan lain di setiap titik rawan. Bentuknya bisa berupa pos jaga atau mekanisme lainnya, yang pelaksanaannya akan ditentukan kemudian.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran besar yang difokuskan pada peningkatan keselamatan transportasi perkeretaapian. 

“Kami perhitungkan hampir Rp4 triliun demi keselamatan. Ini sangat penting dan perlu. Sekarang saatnya perbaikan dilakukan, sudah puluhan tahun belum dilaksanakan, jadi sekarang dilaksanakan,” ucap Prabowo.

Topik Menarik