Tak Kuat Tahan Emosi, Warga Corat-Coret Daycare Penyiksa Anak di Jogja

Tak Kuat Tahan Emosi, Warga Corat-Coret Daycare Penyiksa Anak di Jogja

Nasional | inews | Rabu, 29 April 2026 - 16:42
share

YOGYAKARTA, iNews.id – Bangunan tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha yang berlokasi di Jalan Pakel Baru Utara, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, menjadi sasaran aksi vandalisme warga, Rabu (29/4/2026). Aksi corat-coret ini diduga sebagai bentuk kemarahan masyarakat atas mencuatnya kasus kekerasan pada anak di lembaga tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan tembok, rolling door, hingga papan poster struktur organisasi yayasan dipenuhi makian yang ditulis menggunakan cat semprot. 

Kondisi bangunan yang kini tertutup rapat tersebut tampak kumuh akibat coretan-coretan bernada hujatan. Warga sekitar mengaku geram setelah mengetahui adanya praktik penganiayaan terhadap balita yang seharusnya mendapatkan perlindungan di tempat tersebut. 

Aksi vandalisme ini diduga dilakukan pada malam hari oleh oknum yang merasa geregetan dengan tindakan pengelola daycare yang kini tengah tersandung masalah hukum. 

Kejadian kekerasan di dalam daycare tersebut ternyata meninggalkan trauma tersendiri bagi warga dan petugas keamanan setempat. Petugas keamanan kompleks, Anton Budhi, mengungkapkan bahwa kecurigaan sebenarnya sudah lama muncul sebelum kasus ini meledak ke publik. 

"Kami sebenarnya sudah lama menaruh kecurigaan. Sering sekali terdengar suara tangisan dan jeritan anak-anak dari dalam bangunan. Tapi karena bangunannya sangat tertutup, kami sulit memastikan apa yang terjadi di dalam," ujar Anton Budhi saat ditemui di lokasi, Rabu (29/4/2026). 

Hingga saat ini, aktivitas di Daycare Little Aresha telah dihentikan total. Kasus penganiayaan anak ini sedang dalam penanganan intensif pihak kepolisian dari Polresta Yogyakarta.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dan memeriksa saksi-saksi terkait dugaan kekerasan yang dilakukan oleh pengelola maupun pengasuh di tempat tersebut.

Warga berharap proses hukum berjalan transparan dan pelaku dihukum seadil-adilnya agar kejadian serupa tidak terulang kembali di Kota Gudeg.

Topik Menarik