Gagal Umrah, Korban Penipuan Geruduk Kantor Agen Biro Perjalanan di Mal Semarang
SEMARANG, iNews.id - Kasus penipuan umrah di Kota Semarang, Jawa Tengah, memicu kemarahan warga. Belasan orang mendatangi kantor biro perjalanan haji dan umrah di salah satu mal di Semarang setelah gagal berangkat dan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Peristiwa penipuan ini terjadi setelah para korban kesulitan berkomunikasi dengan pihak agen. Mereka menagih janji keberangkatan yang seharusnya dilakukan pada Desember tahun lalu.
Belasan korban yang mengaku tertipu bahkan sempat menangkap seorang pria yang diduga sebagai pemilik agen perjalanan tersebut saat berada di kantor. Para korban mengaku telah membayar biaya umrah dengan nominal bervariasi. Rata-rata berkisar antara Rp25 juta hingga Rp50 juta per orang.
Namun, ada juga korban yang mengalami kerugian jauh lebih besar. Dari keterangan yang dihimpun, salah satu korban bahkan menyetor hingga Rp275 juta untuk keberangkatan umrah.
Salah satu korban Reza Tongga mengaku sudah melunasi pembayaran sejak Desember. Namun saat jadwal keberangkatan tiba, dia justru diminta menjadwalkan ulang.
"Harusnya berangkat tanggal 5 Januari, saya sudah pelunasan Desember. Tapi pas hari H, ujug-ujug diminta reschedule, karena ada indikasi penipuan saya lapor polisi tapi tindak lanjut belum signifikan. Kemudian saya ketemu korban lain, itu kena Rp275 juta," ujarnya, Senin (27/4/2026).
Dia sudah melaporkan kasus ini ke polisi dan meminta agar aparat segera bertindak.
"Harapan saya ditinjaklanjuti sehingga tidak ada korban lain. Saya Rp50 juta, saya dua orang sama istri," katanya.
Korban lainnya, Endang Purwati, juga mengaku mengalami hal serupa. Dia dijanjikan berangkat pada awal Desember, namun jadwal terus mengalami penundaan.
"Saya sudah bayar dan dijanjikan berangkat tanggal 5 Desember, diundur tanggal 30. Terus diundur lagi 5 Januari, saya berdua sama adik saya Rp46 juta, baru dikembalikan Rp25 juta," ucapnya.
Selain itu, korban Sustiawati mengungkap modus yang diduga digunakan pelaku. Setiap ada calon jemaah yang bertanya, pelaku langsung menawarkan jadwal keberangkatan dan meminta pembayaran di awal.
"Jadi modusnya setiap ada orang tanya ada keberangkatan umrah dia bilang ada jad diminta bayar dulu. Saya kira semua korban mengalami seperti itu. Saya Rp26 juta," ucapnya.
Untuk menghindari aksi anarkistis, petugas Polsek Semarang Selatan yang datang ke lokasi langsung mengamankan pria yang diduga pemilik agen tersebut. Selanjutnya, pria itu dibawa ke Polrestabes Semarang untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait dugaan penipuan umrah di Semarang ini.
Hingga saat ini, identitas pelaku belum diungkap secara resmi. Pihak kepolisian juga masih melakukan pendalaman dan belum memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut.










