Pemindahan Ratusan Narapidana Risiko Tinggi dari Riau ke Nusakambangan Dikawal Ketat
PEKANBARU, iNews.id - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melalui Kantor Wilayah Kemenkumham Riau memindahkan 103 narapidana kategori risiko tinggi ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan di wilayah Riau.
Ketua Tim Humas Kanwil Ditjenpas Riau, Surya Ginting menyampaikan, pemindahan tersebut merupakan langkah strategis untuk mencegah potensi gangguan keamanan di lapas dan rumah tahanan.
"Para narapidana yang dipindahkan berasal dari lima Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan di Riau, yakni, Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Lapas Kelas IIA Bangkinang, Lapas Kelas IIA Bengkalis, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai Pekanbaru dan Rutan Kelas IIB Dumai," ujar Surya dikutip dari iNews Pekanbaru, Jumat (24/4/2026)
Dia menjelaskan, sebagian besar warga binaan merupakan terpidana kasus narkotika, namun terdapat pula kasus lain seperti pemerasan, pembunuhan, penipuan, pencurian, hingga pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak.
"Total ada 103 orang. Kasus narkotika memang yang paling dominan, namun ada juga pelaku tindak pidana pemerasan, pembunuhan, penipuan atau lodes, pencurian, hingga pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak," ucapnya.
Dia menegaskan, pemindahan dilakukan melalui proses seleksi ketat, bukan secara mendadak. Para narapidana yang dipilih telah melalui Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), asesmen perilaku, serta pengawasan selama masa pembinaan.
Menurutnya, sebagian warga binaan terindikasi masih berupaya mengendalikan peredaran narkotika dari dalam lapas maupun rutan, serta tercatat berulang kali melanggar tata tertib.
"Langkah ini adalah bentuk komitmen tegas kami untuk memutus rantai peredaran narkoba dan memberikan efek jera bagi narapidana yang terus-menerus melanggar aturan meskipun telah dilakukan pembinaan," ucapnya.
Proses pemindahan dilakukan dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan petugas pemasyarakatan. Seluruh narapidana diberangkatkan melalui jalur darat menuju Nusakambangan guna memastikan perjalanan berlangsung aman dan kondusif.










