Tinjau Brigif TP 34-Yonif TP 889, Menhan Tekankan Jiwa Korsa dan Kepatuhan pada Pimpinan
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi Brigif TP 34/Cakra Buana dan Yonif TP 889/Gagak Winangsih di Indramayu dan Yonif TP 890/Gardha Sakti di Garut. Kunjungan tersebut untuk melihat kesiapan para prajurit TNI.
Dalam kunjungannya, Sjafrie menegaskan setiap prajurit TNI merupakan penjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tugas tersebut tidak terbatas pada wilayah penugasan semata, melainkan mencakup seluruh kepentingan nasional di penjuru Tanah Air, dari Sabang hingga Merauke.
"Prajurit TNI berasal dari rakyat, dibesarkan oleh rakyat, dan pada hakikatnya harus mengabdi sepenuhnya untuk kepentingan rakyat Indonesia dengan berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Indonesia dan AS Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Modernisasi hingga Pelatihan Militer Bersama
Sjafrie juga menekankan pentingnya setiap prajurit memegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit sebagai landasan moral, ideologi, dan pengabdian. Profesionalisme prajurit, kata Sjafrie, harus terus diasah melalui latihan yang berkelanjutan, kerja keras, serta kemauan kuat untuk terus berkembang.Sjafrie juga mengingatkan seluruh prajurit agar senantiasa menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat serta menghindari segala tindakan yang dapat melukai hati rakyat, baik secara individu maupun sebagai satuan.
Lihat video: Menhan Sjafrie Kunjungi Batalyon Teritorial Pembangunan 857/Gana Gajahsora
"Nilai-nilai jiwa korsa, disiplin, loyalitas, dan kepatuhan kepada pimpinan turut ditekankan sebagai fondasi utama dalam kehidupan keprajuritan," katanya.Sjafrie mengapresiasi dan menyampaikan kebanggaannya atas semangat para prajurit. Sjafrie berpesan agar seluruh prajurit terus meningkatkan kemampuan dan menjadikan setiap keterampilan yang dimiliki sebagai bekal dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap negara, sekaligus untuk melindungi segenap rakyat Indonesia.










