Siaga Penuh! 7.000 Personel Gabungan Disiapkan Antisipasi Karhutla di Kalteng

Siaga Penuh! 7.000 Personel Gabungan Disiapkan Antisipasi Karhutla di Kalteng

Nasional | inews | Jum'at, 17 April 2026 - 17:15
share

PALANGKA RAYA, iNews.id - Sebanyak 7.000 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan menghadapi musim kemarau panjang yang diprediksi akan datang.

Kesiapan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan dan sarana prasarana yang digelar di Lapangan Barigas, Polda Kalteng, Jumat (17/4/2026) pagi. Apel dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan serta Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Zainul Arifin. Ketiganya memastikan seluruh unsur siap menghadapi potensi bencana karhutla.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau panjang di Kalteng diperkirakan mulai terjadi pada akhir Mei 2026. Puncaknya diprediksi berlangsung pada Juli hingga Agustus.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Situasi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Kapolda menegaskan, apel ini bertujuan memastikan kesiapan seluruh personel dan peralatan. Selain kesiapan personel, upaya pencegahan juga terus digencarkan melalui sosialisasi kepada masyarakat. Warga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Dia menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan yang berlaku, termasuk Peraturan Daerah (Perda) terkait pengelolaan lahan.

Sementara itu, Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran menegaskan bahwa langkah antisipasi ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam menghadapi karhutla.

Dia juga mengungkapkan rencana pemerintah provinsi untuk menetapkan status siaga tanggap darurat karhutla pada pekan depan sebagai langkah preventif. Dengan melibatkan ribuan personel dari berbagai instansi, diharapkan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah dapat berjalan lebih optimal.

Sinergi lintas sektor ini dinilai penting untuk meminimalisir dampak kebakaran hutan yang selama ini kerap menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan lingkungan.

Topik Menarik