Penampakan Gunung Semeru Meletus Dahsyat, Muntahkan Kolom Abu Setinggi 2 Km

Penampakan Gunung Semeru Meletus Dahsyat, Muntahkan Kolom Abu Setinggi 2 Km

Nasional | inews | Rabu, 8 April 2026 - 08:43
share

LUMAJANG, iNews.id - Gunung Semeru meletus dahsyat pada Selasa (7/4/2026) petang. Letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu memuntahkan kolom abu setinggi 2.000 meter atau 2 km dari puncak disertai awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 4,5 km.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lumajang Is Nugroho mengatakan, erupsi Gunung Semeru terjadi pukul 17.20 WIB hingga 17.30 WIB. Awan panas guguran meluncur ke arah tenggara atau menuju Besuk Kobokan.

"Ya, hari ini 7 April 2026 pukul 17.20 kami mendapatkan informasi dari pos pantau bahwa Gunung Semeru alami erupsi dengan disertai awan panas guguran, dengan jarak luncur 4,5 kilometer," ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Meski erupsi cukup besar, awan panas dilaporkan masih dalam batas aman. Material panas berhenti di radius 4,5 kilometer dari puncak.

"Tidak berdampak dan terhenti di kilometer 4,5, namun yang kami khawatirkan terjadi erupsi susulan karena terjadi hujan di wilayah Gunung Semeru, dan anggota kami masih kami siagakan di titik-titik jalur evakuasi," katanya.

BPBD Lumajang menegaskan potensi bahaya belum sepenuhnya berakhir. Kondisi cuaca hujan di lereng Semeru meningkatkan risiko erupsi susulan hingga banjir lahar.

Selain ancaman erupsi lanjutan, masyarakat juga diminta waspada terhadap bahaya sekunder. Material vulkanis berpotensi terbawa aliran air dan memicu banjir lahar di sepanjang aliran sungai.

"Yang kami prioritaskan menyelamatkan nyawa. Untuk imbauan kepada masyarakat, tetap untuk tidak melakukan aktivitas di ring pertama radius 5 kilometer dan 500 meter dari sepadan sungai hingga 13 kilometer sepanjang Besuk Kobokan, karena saat ini Gunung Semeru berstatus Siaga atau Level 3," ucapnya.

Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada di Level III Siaga. Warga dilarang beraktivitas di radius 5 kilometer dari puncak dan sepanjang 13 kilometer aliran Besuk Kobokan.

BPBD memastikan petugas tetap bersiaga di sejumlah titik evakuasi. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk jika terjadi erupsi susulan dalam waktu dekat.

Topik Menarik