Misa Minggu Paskah di Gereja Katedral Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo Ingatkan Pesan Pertobatan Ekologis

Misa Minggu Paskah di Gereja Katedral Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo Ingatkan Pesan Pertobatan Ekologis

Nasional | sindonews | Minggu, 5 April 2026 - 13:33
share

Umat Katolik memadati Gereja Katedral Jakarta untuk mengikuti misa Minggu Paskah pada Minggu (5/4/2026). Jemaat terlihat mulai memadati area dalam gereja untuk merayakan Hari Kebangkitan Yesus Kristus.

Pantauan SindoNews di lokasi, antrean umat sudah terlihat di area pintu masuk gereja. Petugas gereja juga tampak melakukan pemeriksaan terhadap setiap jemaat yang hendak masuk.

Baca juga: Menag Ucapkan Selamat Paskah, Ajak Umat Doakan Kedamaian Bangsa

Di dalam gereja, suasana misa juga berlangsung khidmat. Umat mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh penghayatan, mulai dari liturgi sabda hingga perayaan ekaristi.

Sebagian umat yang tidak mendapatkan tempat duduk memilih mengikuti misa dari area luar gereja yang telah disediakan layar besar. Meski demikian, mereka tetap mengikuti jalannya ibadah dengan tertib.

Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo mengatakan tema yang diangkat kali ini ialah Kepedulian pada Keutuhan Alam Ciptaan. Dia kembali mengingatkan pesan pertobatan ekologis dalam menyambut kedatangan Kristus tahun ini.

Baca juga: 20 Ucapan Paskah 2026 untuk Rekan Kerja dan Atasan, Inspiratif, Profesional, dan Penuh Makna

Kardinal Ignatius Suharyo mengatakan bahwa segala kerusakan yang terjadi di bumi merupakan kesatuan dari keserakahan dan tidak adanya aksi solider antarmanusia untuk menjaga alam.

"Maka ekologi integral, pertobatan ekologis itu artinya pertobatan moral, hati nurani. Itu yang paling penting," ujar Kardinal Ignatius Suharyo, Minggu (5/4/2026).Dia menambahkan, ekologi integral bukan hanya sekadar masalah listrik, air, sampah, pohon. Namun lebih dari itu, ekologi integral merupakan ekosistem dunia.

Menurutnya, apabila ada keserakahan maka peradaban dunia tentu akan terganggu. Umat Katolik pun diajaknya untuk menjadi terang dan tidak serakah atas apa yang ada di bumi.

"Kalau orang serakah, orang serakah ya, namanya saja tidak bagus. Apakah dia akan memperhatikan saudara-saudaranya yang kekurangan? Kalau memperhatikan namanya bukan serakah, namanya orang kaya yang baik hati," ujar Kardinal Ignatius Suharyo.

"Tetapi selama dunia ini penuh dengan keserakahan, bukan hanya pribadi, tetapi sebagai bangsa, apalagi keserakahan itu didukung oleh kekuatan senjata, habislah yang namanya keadaban itu," sambung dia.

Kardinal Ignatius Suharyo mengatakan Paskah merupakan perayaan dari kegelapan menuju titik perjanjian. Ia lantas mengajak umat katolik untuk hadir melayani dan tetap berjuang dalam keadaan apapun.

"Semangat Paskah mengajak, khususnya umat Katolik yang kami layani, di tengah-tengah keadaan seperti itu, keadaan seperti apa pun kita pasti harus tetap berjuang untuk teguh di dalam iman, kokoh di dalam harapan, dan tetap menyala di dalam kasih," tandasnya.

Topik Menarik