Rekrutmen Polri Banjir Peminat, 3.660 Orang Daftar Jadi Polisi di NTT

Rekrutmen Polri Banjir Peminat, 3.660 Orang Daftar Jadi Polisi di NTT

Nasional | inews | Kamis, 2 April 2026 - 00:30
share

KUPANG, iNews.id - Pendaftaran Polri 2026 di wilayah Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) banjir peminat. Tercatat sebanyak 3.660 orang mendaftar secara online untuk mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri terpadu yang resmi ditutup pada 30 Maret 2026.

Data panitia menunjukkan mayoritas pendaftar berasal dari kalangan pria sebanyak 2.986 orang, sementara wanita mencapai 674 orang. Tingginya angka ini mencerminkan minat besar masyarakat NTT untuk bergabung menjadi anggota Polri.

Untuk jalur Akademi Kepolisian (Akpol), tercatat 177 pendaftar yang terdiri atas 119 pria dan 58 wanita. Sementara itu, jalur Bintara Polisi Tugas Umum (PTU) menjadi yang paling diminati dengan total 2.869 pendaftar.

Dari jumlah tersebut, 2.317 pendaftar merupakan pria dan 572 wanita. Selain itu, kategori Bintara PTU lainnya juga mencatat 2.429 pendaftar, terdiri dari 2.023 pria dan 406 wanita.

Pendaftaran Polri 2026 ini juga diikuti peserta dari jalur khusus. Untuk Bintara intelijen terdapat 98 pendaftar (84 pria dan 14 wanita), Bintara Polair sebanyak 48 pria, serta berbagai bidang Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus).

Pada Bakomsus, pendaftar terdiri dari 19 orang di bidang humas, 2 orang di bidang gizi, 1 orang di bidang musik, 5 orang akuntansi, 7 orang teknik sipil, dan 13 orang penyidik.

Selain itu, terdapat jalur Rekrutmen Proaktif (Rekpro) dengan 29 pria dari wilayah perbatasan dan suku pedalaman. Kemudian, 1 peserta dari jalur penghargaan serta 3 peserta dari jalur prestasi atlet SEA Games Thailand 2025 dan tingkat nasional maupun internasional.

Untuk kategori Tamtama, tercatat 185 pendaftar untuk Brimob dan 14 pendaftar untuk Polair. Seluruh peserta akan mengikuti tahapan seleksi yang ketat dan berjenjang.

Tahapan seleksi diawali dengan penandatanganan pakta integritas yang dilaksanakan pada Selasa (31/3/2026) di Aula Rupatama lantai III Polda NTT. Hal ini menjadi komitmen awal dalam proses seleksi yang bersih.

Kabid Hukum Polda NTT Kombes Pol Anton Ch Nugroho menegaskan bahwa pakta integritas merupakan bentuk komitmen moral seluruh pihak.

“Melalui proses ini, kita menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi praktik KKN, intervensi maupun manipulasi dalam seluruh tahapan seleksi,” ujarnya dikutip dari iNews TTU, Rabu (1/4/2026).

Dia menambahkan, seluruh proses seleksi akan dilakukan dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BeTAH). Peserta akan melalui tahapan mulai dari pemeriksaan administrasi hingga sidang terbuka kelulusan akhir.

Dalam pelaksanaannya, Polda NTT juga melibatkan berbagai pihak eksternal sebagai pengawas independen. Di antaranya organisasi jurnalis, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dispora, LLDIKTI, Disdikbud, Dinas Dukcapil, hingga Badan Meteorologi.

Selain pengawasan eksternal, pengawasan internal juga diperketat oleh Itwasda dan Bidang Propam. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses rekrutmen Polri berjalan transparan dan bebas dari kecurangan.

Topik Menarik