Ramai Isu Harga BBM Naik, Warga Surabaya Rela Antre di SPBU Mengaku Takut Kehabisan

Ramai Isu Harga BBM Naik, Warga Surabaya Rela Antre di SPBU Mengaku Takut Kehabisan

Nasional | inews | Selasa, 31 Maret 2026 - 17:48
share

SURABAYA, iNews.id - Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (31/3/2026). Salah satunya di SPBU Jemursari.

Pantauan di lokasi, antrean bahkan mengular hingga ke jalan dan didominasi kendaraan roda empat. Kondisi ini terlihat sejak siang hari dengan pemandangan yang tidak seperti biasanya.

Antrean kendaraan tampak padat dan mayoritas merupakan mobil yang mengisi BBM nonsubsidi. Pengakuan warga yang mangantre, mereka kekhawatir terkait kabar kenaikan harga BBM pada April mendatang. Isu tersebut dikaitkan dengan dampak konflik di Timur Tengah.

Meski belum ada kepastian resmi, warga mulai panik dan memilih mengisi bahan bakar penuh sebagai langkah antisipasi.

Seorang pengemudi mobil, Salsa, mengaku sengaja mengisi penuh tangki kendaraannya.

"Hari ini isi penuh sekalian. Khawatir takut gak dapat aja, kalau kenaikan yah kita lihat perkembangan global," ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Sementara itu, pengelola SPBU membenarkan adanya lonjakan konsumsi BBM dalam 2 hari terakhir. Antrean mulai terjadi sejak Senin dan terus meningkat hingga Selasa.

Pengelola SPBU Jemursari Agus Sutrisno menyebut peningkatan pembelian mencapai 20 persen dibanding hari biasa.

"Ada peningkatan sekitar 20 persen pembeli hari ini dibanding kemarin," ujarnya.

Data penjualan menunjukkan, biasanya SPBU menjual sekitar 35 kiloliter BBM per hari. Namun pada Senin lalu, angka tersebut meningkat menjadi 39 kiloliter. Lonjakan konsumsi BBM ini didominasi kendaraan roda empat yang menggunakan BBM nonsubsidi.

Meski terjadi peningkatan pembelian, SPBU memastikan stok BBM masih aman. Pengelola juga menegaskan tidak ada pembatasan pembelian BBM nonsubsidi. Pembatasan hanya berlaku untuk BBM subsidi sesuai ketentuan dari pemerintah pusat.

Topik Menarik