PSBM XXVI Jadi Ruang Konsolidasi, Waketum Perindo Dorong Kolaborasi Ekonomi Kerakyatan

PSBM XXVI Jadi Ruang Konsolidasi, Waketum Perindo Dorong Kolaborasi Ekonomi Kerakyatan

Nasional | inews | Kamis, 26 Maret 2026 - 11:42
share

MAKASSAR, iNews.id – Penguatan ekonomi kerakyatan menjadi salah satu pendekatan penting dalam mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif, terutama di tengah tantangan ekonomi yang menuntut kolaborasi lintas sektor. Dalam kerangka ini, keterhubungan antar pelaku usaha dari berbagai skala dinilai menjadi fondasi untuk memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata di masyarakat.

Forum Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI tahun 2026 yang digelar di Hotel Claro Makassar pada 25–26 Maret 2026 menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkuat arah tersebut. 

Kegiatan ini mempertemukan para pengusaha asal Sulawesi Selatan dari berbagai wilayah di Indonesia, sekaligus membuka ruang konsolidasi dalam membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung.

Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Perindo, Andi Yuslim Patawari (AYP) menilai pelaksanaan forum seperti PSBM memiliki kontribusi nyata terhadap pergerakan ekonomi, baik dari sisi aktivitas bisnis maupun dampak langsung terhadap perekonomian daerah.

“Acara yang selalu dilaksanakan di Makassar ini sudah pasti memberi kontribusi terhadap peningkatan ekonomi daerah, baik dari sisi transaksi bisnis maupun perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Lebih jauh, dia menekankan bahwa penguatan ekonomi tidak cukup bertumpu pada pertumbuhan semata, tetapi juga harus memastikan adanya pemerataan melalui pemberdayaan pelaku usaha di berbagai level. 

Dalam konteks ini, ekonomi kerakyatan menjadi prinsip yang terus didorong Partai Perindo sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional.

Menurut dia, konsep Indonesia Incorporated dapat diimplementasikan melalui kolaborasi berjenjang antar pelaku usaha, di mana pelaku usaha besar berperan mengangkat usaha menengah, sementara usaha menengah turut memberdayakan usaha kecil hingga menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat luas.

“Di sinilah nilai kebersamaan itu hadir. Prinsip sipatuo sipatokong menjadi kekuatan kita, di mana semua saling menghidupkan dan saling menguatkan dalam membangun ekonomi,” ucapnya.

Pendekatan kolaboratif ini dinilai sejalan dengan visi Partai Perindo dalam mendorong ekonomi kerakyatan yang berbasis pada penguatan UMKM dan pemberdayaan masyarakat. 

Melalui jejaring yang terbangun, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu menjangkau lapisan masyarakat secara lebih luas.

Tema, Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh yang diusung dalam PSBM tahun ini mencerminkan semangat tersebut, di mana ketangguhan pelaku usaha diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan sekaligus membuka ruang bagi pemerataan ekonomi.

Dalam pandangannya, forum seperti PSBM perlu diarahkan tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai wadah untuk melahirkan langkah konkret dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. 

Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mendorong terciptanya peluang usaha baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

AYP berharap semangat kolaborasi yang terbangun dapat terus berlanjut dalam bentuk kerja nyata, sehingga peran pelaku usaha dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional semakin kuat dan inklusif.

Topik Menarik