Mayat Pria di Bogor Tergantung di Pohon Diduga Korban Pembunuhan, Polisi Evakuasi ke RS Kramat Jati

Mayat Pria di Bogor Tergantung di Pohon Diduga Korban Pembunuhan, Polisi Evakuasi ke RS Kramat Jati

Nasional | bogor.inews.id | Senin, 17 Maret 2025 - 15:34
share

BOGOR, iNewsBogor.id -- Warga Kampung Cijulang Desa Sukaharja Kecamatan Cijeruk, digegerkan oleh temuan sosok pria tergantung di pohon dalam kondisi sudah tak bernyawa, ditemukan pertama kali oleh seorang penyabit rumput, Minggu (16/3/2025).

Dari identitas e-KTP yang ditemukan di saku celana, korban teridentifikasi bernama Mochamad Nur Nasution, Umur 31 tahun, Warga Kampung Pondok Bitung Rt 005/002 Desa Sukaharja Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Tampak kejanggalan saat ditemukan, dimana korban tergantung seutas tambang dengan lilitan tak beraturan di pohon dalam kondisi kepala menengadah ke atas, kondisi tak lazim jika seseorang gantung diri, dibagian jemari tangan nampak berlumuran darah mengering. kuat dugaan penganiayaan dialami korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun iNewsBogor.id, korban diketahui sudah dua hari terhitung sejak Hari Jumat lalu keluar rumah tanpa meninggalkan pesan sebelum akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa.

“Katanya sudah dua kali dilakukan pencarian oleh pihak keluarga namun tak kunjung ditemukan,” ujar salah seorang warga yang enggan menyebut nama., Minggu (16/3/2025).

 

Peristiwa yang membuat geger warga itupun langsung dilaporkan ke pihak Polsek Cijeruk yang langsung mengirimkan petugas guna proses evakuasi.

Kanit Reskrim Polsek Cijeruk, AKP Maramis saat dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat tergantung dipohon di Desa Sukaharja.

“Bener kami mendapat laporan ada temuan mayat tergantung dipohon, yang ditemukan warga saat mencari rumput. Dan saat ini sudah di evakuasi, dan dibawa ke RS Kramatjati untuk dikakukan autopsi,” kata Kanit Reskrim Polsek Cijeruk AKP Maramis.

Kanit Reskrim menyatakan, untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, pihak keluarga mengijinkan tindakan otopsi atas jasad korban, guna mengetahui penyebab kematian oleh ahli forensik.

“Keluarga sudah mengizinkan, dan sekarang sedang dilakukan Autopsi di RS keramat jati. Kami tidak berani menyampaikan penyebab kematian sebelum ada hasil dari Forensik,” ujar AKP Maramis.

Topik Menarik