Ini Tampang Suami Biadab yang Hajar Istri  hingga Tewas

Ini Tampang Suami Biadab yang Hajar Istri hingga Tewas

Infografis | sindonews | Selasa, 3 September 2024 - 13:59
share

Kasus KDRT yang dilakukan AS (47) asal Banjarsari Solo terhadap istrinya VH (42) hingga menyebabkan kematian pada Sabtu 17 Agustus 2024 lalu didasari emosi sesaat.Tersangka menghajar istrinya karena uang hasil kerjanya dilempar disertai umpatan dan ludahan.

Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi, tersangka tersinggung terhadap perlakuan VH yang tidak menghargai dirinya. Saat itu tersangka yang berprofesi sebagai penjaga parkir baru selesai melaksanakan dari pekerjaannya.

Sesampainya di rumah ia bertemu dengan korban lalu menyerahkan uang Rp30.000. Namun, uang tersebut dikembalikan ke tersangka dengan cara dibuang.

Baca Juga: Sadis! Oknum Satpol PP di NTT Aniaya Istri hingga Tewas, Ini Pemicunya

“Menurut keterangan tersangka adalah disebarkan jadi di kembalikan kembali kepada tersangka atas peristiwa itu tersangka tersinggung dan kemudian melakukan tindakan penganiayaan kepada korban,” kata Kombes Iwan, Selasa (3/8/2024).

Kombes Iwan menuturkan, jika pada saat kejadian pelaku melakukan tindak kekerasan secara berulang-ulang. Pertama ia memukul kepala korban menggunakan helm dan kembali memukul menggunakan batang sapu hingga patah.

“Kemudian menurut keterangan dokter yang nanti akan ada sambungannya dengan adalah dibanting-banting. Setelah kejadian tersebut kondisi korban memburuk dan dilarikan ke rumah sakit sesampainya di rumah sakit,” beber dia.

Tersangka sempat menyampaikan kepada perawatnya untuk untuk menutupi pemeriksaan medis. Namun karena kondisi korban memburuk setelah dan akhirnya meninggal pada 18 Agustus 2024.

Baca Juga: Gara-gara Tidak Diberi Uang, Seorang Istri di Lubuklinggau Babak Belur Dihajar Suaminya

“Saat berita tersebut diturunkan, adik korban ke rumah sakit dan saat proses pemulasaraan jenazah korban mendapati tanda-tanda yang menurut penilaian yang bersangkutan tidak wajar ada beberapa lebam di tubuhnya,” ungkapnya.

Mendapati laporan tersebut, polisi membongkar makam korban pada Jumat (23/8) guna melakukan autopsi.

Hasilnya ditemukan luka memar pada wajah leher, dada, punggung dan anggota gerak, resapan darah pada kulit bagian kepala bagian dalam, tulang tengkorak otot dada dan otot punggung.

Korban juga mengalami patah tulang iga belakang ke 9 dan 10 di kanan dan kiri. Selain itu, terdapat pendarahan di permukaan otak besar, otak kecil dan batang otak serta didapatkan tanda mati lemas.

“Kesimpulannya adalah sebab kematian adalah kekerasan benda tumpul pada kepala yang mengakibatkan pendarahan otak dan patah tulang dasar tengkorak,” lanjutnya.

Topik Menarik