Berapa Banyak Singa yang Tersisa di Alam Liar?
Sekitar 23.000 singa liar masih tersisa di Afrika, sementara spesies ini kini hanya menempati 6 dari wilayah sebaran historisnya setelah punah di sebagian besar wilayah Afrika, Eropa, dan Asia.
Tanzania tetap menjadi habitat utama singa terbesar di dunia, sementara populasi di Afrika Barat dan Tengah menghadapi penurunan paling tajam.
Populasi singa Asia di India telah pulih hingga mencapai 891 ekor, yang menyoroti bagaimana upaya konservasi menghasilkan dampak yang sangat berbeda.
Dahulu tersebar luas di sebagian besar Afrika, Eropa, Timur Tengah, dan Asia barat daya, singa liar kini sebagian besar terbatas pada populasi yang terfragmentasi di Afrika sub-Sahara dan satu populasi tunggal di India bagian barat.
Hari Singa Sedunia, yang diperingati setiap tahun pada tanggal 10 Agustus, menyoroti penurunan populasi salah satu predator paling ikonik di dunia ini serta upaya konservasi yang telah menghasilkan hasil sangat beragam di seluruh wilayah sebaran yang tersisa.
Menentukan jumlah pasti singa yang tersisa merupakan hal yang sulit. Berbeda dengan India yang melakukan penghitungan terkoordinasi terhadap populasi singa Asia-nya, Afrika tidak memiliki sensus tunggal yang mencakup seluruh benua.
Estimasi yang ada menggabungkan survei kamera jebak, laporan penampakan, data pelacakan, model populasi, dan penilaian ahli dari berbagai negara dan tahun. Beberapa angka mencakup anak singa, sementara yang lain hanya menghitung singa dewasa dan remaja yang lebih tua, sehingga total angka nasional tidak selalu dapat dibandingkan secara langsung.Berapa Banyak Singa yang Tersisa di Alam Liar?
1. 23.000: Estimasi terbaik yang tersedia
Melansir Anadolu, Lion Recovery Fund memperkirakan bahwa sekitar 23.000 singa liar masih tersisa di Afrika, berdasarkan informasi yang dihimpun oleh African Lion Database milik IUCN Cat Specialist Group.IUCN Cat Specialist Group memperkirakan populasi di Afrika berkisar antara 22.000 hingga 25.000 ekor singa dewasa dan sub-dewasa pada tahun 2025.
Kelompok tersebut menegaskan bahwa jumlah singa masih belum pasti karena hanya sebagian kecil dari wilayah sebaran mereka yang telah disurvei secara sistematis. Penilaian sebelumnya memperkirakan bahwa Afrika memiliki sekitar 35.000 ekor singa pada tahun 2013. Perbedaan dalam cakupan survei dan metodologi membuat angka tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan perkiraan terbaru, namun bukti jangka panjang menunjukkan adanya penurunan keseluruhan yang signifikan.
2. 6,13: Wilayah kekuasaan yang menyusut
Singa menempati wilayah seluas sekitar 566.675 kilometer persegi (218.795 mil persegi)—setara dengan hanya 6,13 dari wilayah jelajah historis mereka—menurut IUCN Cat Specialist Group.Mereka telah punah di setidaknya 16 negara Afrika, termasuk Mesir, Maroko, Aljazair, Eritrea, Gambia, Lesotho, dan Sierra Leone, serta kemungkinan telah punah di beberapa negara lainnya.
Di luar Afrika, singa liar hanya bertahan hidup di negara bagian Gujarat, India.
Singa punah dari Eropa pada zaman dahulu dan secara bertahap menghilang dari Afrika Utara, Timur Tengah, dan sebagian besar Asia antara abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20. Singa terakhir di Turki diyakini telah punah pada akhir tahun 1800-an.
3. 8.000: Tanzania tetap menjadi benteng utama
Tanzania secara luas dianggap sebagai rumah bagi populasi singa liar nasional terbesar di dunia; organisasi konservasi memperkirakan terdapat sekitar 8.000 ekor singa yang tersisa di negara Afrika Timur tersebut.Populasi besar lainnya ditemukan di wilayah Afrika bagian selatan dan timur.Afrika Selatan diperkirakan memiliki 3.490 ekor singa yang hidup bebas—termasuk hewan-hewan di kawasan konservasi lintas batas—menurut South African National Biodiversity Institute. Populasi di negara ini dianggap stabil atau meningkat di kawasan cagar alam utama, meskipun banyak yang hidup di area berpagar dan dikelola secara intensif.
Populasi singa di Botswana diperkirakan sekitar 2.800 ekor, sementara sensus satwa liar nasional Kenya tahun 2021 mencatat jumlah sebanyak 2.589 ekor.
Populasi yang signifikan juga bertahan di Zambia, Zimbabwe, Mozambik, dan Namibia, termasuk di ekosistem yang membentang melintasi batas negara.
Populasi singa Asia di India meningkat menjadi 891 ekor pada tahun 2025, naik dari 674 ekor pada tahun 2020, menurut pemerintah Gujarat.
Penambahan sebanyak 217 ekor ini mencerminkan peningkatan sekitar 32 dalam kurun waktu lima tahun.
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Pemulihan populasi ini tampak lebih mencolok dalam jangka panjang. Diperkirakan hanya tersisa sekitar belasan ekor singa di hutan Gir, Gujarat, pada akhir abad ke-19 akibat perburuan besar-besaran dan hilangnya habitat.
Upaya konservasi telah membantu populasi tersebut pulih secara bertahap, namun seluruh singa Asia yang tersisa masih terbatas keberadaannya di kawasan bentang alam Greater Gir, Gujarat. Konsentrasi populasi di satu wilayah ini membuat mereka rentan terhadap wabah penyakit, cuaca ekstrem, dan bencana berskala besar lainnya.Seiring meluasnya populasi ke luar kawasan lindung, interaksi dengan manusia, hewan ternak, jalan raya, dan permukiman pun turut meningkat.
4. 34: Penurunan selama tiga generasi
IUCN Cat Specialist Group memperkirakan bahwa wilayah sebaran singa tersebut telah menyusut sebesar 34 antara tahun 2004 dan 2025, periode yang mencakup sekitar tiga generasi singa.Diperkirakan populasi spesies ini menurun dalam proporsi serupa selama periode yang sama, dengan penurunan terbesar terjadi di Afrika Barat dan Tengah.
Namun, gambaran keseluruhannya tidak sepenuhnya negatif.
Di Taman Nasional Niokolo-Koba, Senegal, populasi singa telah pulih dari kurang dari 10 ekor menjadi hampir 40 ekor berkat peningkatan upaya perlindungan dan konservasi.
Singa juga berhasil diperkenalkan kembali di kawasan lindung di Rwanda, Malawi, dan Zambia.
Botswana memberikan contoh tren yang berlawanan; estimasi populasinya menurun sekitar 20, dari sekitar 3.500 ekor pada tahun 2015 menjadi 2.800 ekor.
5. 1 spesies, 2 subspesies
Semua singa yang masih ada termasuk dalam spesies *Panthera leo*, yang diklasifikasikan sebagai "Rentan" (*Vulnerable*) dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).Para ilmuwan mengakui adanya dua subspesies.Panthera leo leo, yang mencakup singa Asia serta populasi di Afrika Barat dan Tengah, diklasifikasikan sebagai "Terancam Punah" (Endangered).
Panthera leo melanochaita, yang mencakup populasi di Afrika bagian timur dan selatan, diklasifikasikan sebagai "Rentan" (Vulnerable).
Singa juga telah dinilai sebagai spesies yang "Sebagian Besar Telah Hilang" (Largely Depleted) berdasarkan Status Hijau Spesies IUCN, yang mengukur seberapa jauh jarak pemulihan penuh suatu spesies di seluruh wilayah sebaran historisnya.
6. Apa penyebab penurunan ini?
Hilangnya dan terfragmentasinya habitat tetap menjadi salah satu ancaman terbesar seiring meluasnya lahan pertanian, permukiman, jalan raya, dan infrastruktur lainnya ke wilayah jelajah singa.Berkurangnya jumlah hewan mangsa akibat perburuan liar dan perdagangan daging hewan liar dapat memaksa singa menyerang ternak; hal ini meningkatkan konflik dengan peternak dan berujung pada tindakan pembunuhan balasan melalui penembakan, penombakan, atau peracunan.
Singa juga kerap terjerat dan mati akibat perangkap kawat yang dipasang untuk hewan lain.
Ancaman lainnya meliputi perburuan liar yang mengincar bagian tubuh singa, perburuan trofi yang tidak diawasi dengan baik atau tidak berkelanjutan di beberapa wilayah, penyakit, serta kerusuhan sipil dan konflik bersenjata yang menyulitkan pengelolaan kawasan lindung.
Kelompok konservasi menyatakan bahwa kelangsungan hidup singa tidak hanya bergantung pada kawasan lindung, tetapi juga pada upaya mengamankan koridor satwa liar, memulihkan populasi hewan mangsa, serta membantu masyarakat melindungi ternak mereka sembari memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan predator tersebut di lingkungan mereka.




