AS kepada Iran: Akui Kalah Perang atau Dihantam Lebih Keras Lagi!

AS kepada Iran: Akui Kalah Perang atau Dihantam Lebih Keras Lagi!

Global | sindonews | Kamis, 26 Maret 2026 - 07:39
share

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan pesan terbuka kepada Iran untuk mengakui kalah perang dari Amerika Serikat (AS). Jika tidak menerima kekalahan, Presiden Donald Trump akan menghantam negara Islam itu lebih keras.

"Presiden Trump tidak main-main dan dia siap untuk melancarkan serangan dahsyat. Iran tidak boleh salah perhitungan lagi," kata Leavitt kepada wartawan dalam konferensi pers pada Rabu waktu Washington.

Baca Juga: 4 Skenario Bila Pasukan Darat AS Serbu Iran: Bisa Duduki Situs Nuklir, Juga Bisa Dibantai IRGC

“Jika Iran gagal menerima kenyataan saat ini, jika mereka gagal memahami bahwa mereka telah dikalahkan secara militer, dan akan terus dikalahkan, Presiden Trump akan memastikan mereka dihantam lebih keras daripada yang pernah mereka alami sebelumnya,” katanya lagi, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (26/3/2026).

Saat perang gabungan AS-Israel melawan Iran memasuki minggu keempat, telah ada upaya dari berbagai negara seperti Pakistan, Turki, dan Mesir untuk melakukan mediasi.

Iran masih meninjau proposal AS untuk mengakhiri perang, meskipun tanggapan awalnya negatif, kata seorang pejabat senior Iran kepada Reuters pada hari Rabu, yang menunjukkan bahwa Teheran sejauh ini belum menolaknya secara langsung.Menurut Leavitt, pembicaraan dengan Iran masih berlangsung. "Pembicaraan terus berlanjut. Pembicaraan tersebut produktif, seperti yang dikatakan presiden pada hari Senin, dan terus berlanjut," ujarnya.

Mengutip sumber anonim, media-media AS pada hari Selasa melaporkan bahwa Washington mengirimkan proposal 15 poin kepada Teheran melalui Pakistan untuk mengakhiri perang. Leavitt mengatakan pada hari Rabu bahwa beberapa elemen dari laporan tersebut tidak sepenuhnya akurat, tetapi dia tidak memberikan detail spesifik.

"Gedung Putih tidak pernah mengonfirmasi rencana lengkap tersebut. Ada beberapa elemen kebenaran di dalamnya, tetapi beberapa cerita yang saya baca tidak sepenuhnya faktual, jadi saya tidak akan bernegosiasi atas nama presiden di podium ini," kata Leavitt.

Pasar ekuitas global kembali pulih sementara harga minyak turun pada hari Rabu setelah laporan tentang rencana tersebut, dengan investor berharap akan berakhirnya perang yang telah mengganggu pasokan energi global dan meningkatkan kekhawatiran inflasi.

Topik Menarik