Militer Iran Ledek Tawaran Gencatan Senjata AS: Jangan Samarkan Kekalahan Anda sebagai Kesepakatan!

Militer Iran Ledek Tawaran Gencatan Senjata AS: Jangan Samarkan Kekalahan Anda sebagai Kesepakatan!

Global | sindonews | Kamis, 26 Maret 2026 - 08:04
share

Militer Iran telah meledek tawaran gencatan senjata oleh Amerika Serikat (AS), dengan menegaskan bahwa Amerika hanya bernegosiasi dengan diri mereka sendiri.

Itu disampaikan Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya Iran, dalam video yang direkam sebelumnya dan ditayangkan di televisi pemerintah.

Baca Juga: Ini Daftar 15 Poin Tawaran Gencatan Senjata AS, Iran Beri Isyarat Menolak

“Kekuatan strategis yang dulu Anda bicarakan telah berubah menjadi kegagalan strategis,” katanya.

“Pihak yang mengeklaim sebagai negara adidaya global pasti sudah keluar dari kekacauan ini jika mampu. Jangan menyamarkan kekalahan Anda sebagai kesepakatan. Era janji-janji kosong Anda telah berakhir," paparnya, seperti dikutip AP, Kamis (26/3/2026).

Dia menambahkan: “Apakah konflik internal Anda telah mencapai titik di mana Anda bernegosiasi dengan diri sendiri?”Pernyataan Zolfaghari muncul tak lama setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengirimkan proposal gencatan senjata 15 poin kepada Iran melalui Pakistan.

“Kata pertama dan terakhir kami tetap sama sejak hari pertama, dan akan tetap seperti itu: Pihak seperti kami tidak akan pernah berdamai dengan pihak seperti Anda,” kata Zolfaghari. “Tidak sekarang, tidak pernah.”

Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan pesan terbuka kepada Iran untuk mengakui kalah perang dari AS. Jika tidak menerima kekalahan, Presiden Donald Trump akan menghantam negara Islam itu lebih keras.

"Presiden Trump tidak main-main dan dia siap untuk melancarkan serangan dahsyat. Iran tidak boleh salah perhitungan lagi," kata Leavitt kepada wartawan dalam konferensi pers pada Rabu waktu Washington.

“Jika Iran gagal menerima kenyataan saat ini, jika mereka gagal memahami bahwa mereka telah dikalahkan secara militer, dan akan terus dikalahkan, Presiden Trump akan memastikan mereka dihantam lebih keras daripada yang pernah mereka alami sebelumnya,” katanya lagi.

Leavitt mengakui telah ada upaya dari berbagai negara seperti Pakistan, Turki, dan Mesir untuk menjadi mediator kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran.

Menurut Leavitt, pembicaraan dengan Iran masih berlangsung. "Pembicaraan terus berlanjut. Pembicaraan tersebut produktif, seperti yang dikatakan presiden pada hari Senin, dan terus berlanjut," ujarnya.

Topik Menarik