3 Negara Musuh Terbesar Israel, Salah Satunya Memiliki Senjata Nuklir

3 Negara Musuh Terbesar Israel, Salah Satunya Memiliki Senjata Nuklir

Global | sindonews | Selasa, 25 Maret 2025 - 10:50
share

Israel dikelilingi oleh negara-negara yang menjadi musuh utamanya. Itu menjadikan Israel sebagai negara yang selalu berperang.

Negara yang menjadi musuh Israel adalah karena negara Zionis itu kerap bertindak biadab dan menjajah serta menerapkan sistem apartheid di Palestina. Dengan dukungan Amerika Serikat (AS), Israel juga kerap menyerang negara-negara musuh utamanya.

3 Negara Musuh Terbesar Israel, Salah Satunya Memiliki Senjata Nuklir

1. Palestina

Serangan pada 7 Oktober 2023 sejauh ini merupakan serangan Hamas yang paling besar, meskipun kelompok tersebut memiliki rekam jejak panjang dalam kegiatan perang terhadap Israel.

Nama "Hamas" adalah akronim untuk Harakat al-Muqawama al-Islamiya (bahasa Arab untuk "Gerakan Perlawanan Islam"). Hamas merupakan salah satu kelompok perjuangan di Palestina.

Meskipun kata "perlawanan" mungkin membuatnya terdengar seperti sekadar gerakan politik, Hamas bertanggung jawab atas sejumlah bom bunuh diri di Israel pada akhir 1990-an dan awal 2000-an. Hamas muncul dari Ikhwanul Muslimin pada 1987, menerima sebagian besar pendanaannya dari Iran, dan beroperasi di Gaza, yang telah dikuasainya sejak 2007.

Tujuan Hamas adalah menghancurkan Negara Israel dan orang-orang Yahudi di mana-mana. Piagamnya tahun 1988 menyerukan perang suci antara Islam dan orang-orang Yahudi.

Hamas menyalahkan “Zionis” atas konflik global, menyimpulkan “tidak ada perang yang terjadi di mana pun, tanpa melibatkan mereka.”

Selain Hamas, Otoritas Palestina muncul sebagai badan administratif lokal Organisasi Pembebasan Palestina pada tahun 1994 selama proses perdamaian Perjanjian Oslo yang dikuasai Fatah.

Menurut perjanjian tersebut, Otoritas Palestina akan memerintah sebagian wilayah Tepi Barat dan Gaza sambil menunggu solusi jangka panjang. Negosiasi gagal, tetapi Otoritas Palestina masih mengawasi sebagian besar wilayah Tepi Barat.

Pemimpinnya saat ini adalah Mahmoud Abbas yang telah menjabat sejak ia terpilih pada tahun 2005. Abbas telah lama meremehkan Holocaust dan menyalahkan orang-orang Yahudi karena melakukan penganiayaan terhadap diri mereka sendiri.

2. Lebanon

Hizbullah muncul sebagai milisi Muslim Syiah selama perang saudara Lebanon selama lima belas tahun (1975–1990) dan sejak itu menjadi bagian dari pemerintah Lebanon. Iran membantu mendanai dan melatih kelompok ini, yang mengambil nama Hizbullah, yang berarti “Partai Tuhan.”

Manifestonya tahun 1985 menyerukan penghancuran Israel dan bersumpah setia kepada Iran. Hizbullah adalah entitas non-negara yang paling bersenjata lengkap di dunia. Persenjataannya telah tumbuh secara eksponensial sejak 2006, ketika hanya memiliki sekitar 15.000 rudal. Pada tahun 2018, Hizbullah mengumpulkan sekitar 130.000 roket dan rudal5.

Sejak pemboman kedutaan Amerika di Beirut tahun 1983, Hizbullah telah memicu banyak serangan terhadap warga Israel dan Amerika.

Hizbullah telah menembakkan roket ke Israel secara berkala selama beberapa tahun, menewaskan ratusan warga Israel. Setelah pembantaian 7 Oktober, organisasi teroris tersebut telah mengintensifkan serangan di sepanjang perbatasan utara Israel.

3. Iran

Iran meliputi sebagian besar kekaisaran Persia. Iran telah menjadi negara Islam yang terpolarisasi sejak 19797. Pada tahun 2000-an, Iran menjadi musuh utama Israel8, dan para pemimpin Iran secara konsisten telah menyangkal hak Israel untuk eksis.

Beberapa pernyataan paling berbahaya datang dari presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad (2005–2013). Ia menyebut Israel sebagai "tumor" yang harus "dihilangkan" dan menyangkal Holocaust9. Meskipun beberapa pihak masih memperdebatkan peran Iran dalam pembantaian 7 Oktober, negara tersebut telah mendukung dan mendanai Hamas selama bertahun-tahun.

Dalam beberapa tahun terakhir, baik Israel maupun Amerika Serikat telah mengkhawatirkan Iran yang mengembangkan senjata nuklir, yang dapat digunakan untuk mengancam Israel.

Berdasarkan kesepakatan nuklir Iran (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) pada tahun 2015, Iran setuju untuk membatasi persediaan uraniumnya. Meskipun Iran mengklaim program nuklirnya bersifat damai, pada Oktober 2023 persediaan uraniumnya delapan belas kali lipat dari tingkat yang diizinkan.

Topik Menarik