Dangdut vs Koplo: Perbedaan yang Pernah Menimbulkan Kontroversi, Tapi Dianggap Kreasi Baru
Terlepas dari kepopuleran Dangdut dan Koplo di Indonesia, dua genre musik ini sangat digemari oleh masyarakat di tanah air. Salah satunya saat Farel Prayoga membawakan lagu koplo Ojo Dibandingke pada saat HUT RI ke-77 di Istana Merdeka.
Dibalik itu, Dangdut dan Koplo ternyata menjadi dua genre musik yang sering bersinggungan. Mari kita bahas dan menjelajahi sedikit kilas balik sejarah Dangdut dan Koplo yang telah dirangkum Indozone.
Sejarah Dangdut
Dangdut sendiri merupakan genre musik asli dari Indonesia yang unsur pembentukannya adalah perpaduan dari musik Melayu, India dan Arab yang berkembang jadi satu aliran musik baru yang khas.
Ada tiga periode untuk melintasi perkembangan musik dangdut di tanah air. Periode pertama pada tahun 1950-1970: era ini disebut sebagai cikal bakal lahirnya dangdut .
Periode keemasan pada tahun 1970-1990: di mana genre musik dangdut pada masa ini disebut sebagai era dangdut Rhoma Irama yang dikenal sebagai Raja Dangdut Indonesia.
Rhoma sendiri mengatakan bahwa sebutan Dangdut adalah bentuk cemoohan dari salah satu grup musik Orkes Melayu yang dianggap kampungan dengan pola kendang yang monoton.
Namun, pola kendang yang monoton itu justru secara tidak sadar mengendap di pikiran pendengar dan menjadi salah satu keunikan kenapa dangdut sangat disukai.
Sejarah Koplo
Periode selanjutnya pada tahun 1990-sekarang, di mana dangdut kemudian berkembang dengan rasa lokal dan regional. Seperti munculnya Dangdut Koplo dari Jawa Timur, Dangdut Tarling dari Cirebon, dan Dangdut Banjar dari Banjarmasin.
Sayangnya, yang paling populer saat ini adalah Dangdut Koplo. Salah satu faktor kenapa Koplo populer karena penyebaran VCD bajakan yang murah dan menjadi alternatif hiburan masyarakat.
Media hiburan kemudian lebih sering menampilkan dangdut Koplo di siaran mereka yang akhirnya menggeser era dangdut Rhoma Irama. Diluar dari itu, Koplo lahir dari kreativitas pelaku seni yang memadukan dangdut dengan pengaruh kesenian lokal.
Kontroversi Dangdut vs Koplo
Benarkah Makan Kacang Sebabkan Jerawat? Yuk Simak 6 Fakta atau Mitos Terkait Masalah Kulit
Dangdut dan Koplo pernah menjadi kontroversi dari dua tokoh besar yang berasal dari dunia musik. Di mana Rhoma Irama yang dikenal dengan Raja Dangdut Indonesia tidak menyukai Koplo dan menyebut Koplo bukan Dangdut.
Hal itu disampaikan Rhoma Irama karena Inul Daratista yang menjadi ciri khas Koplo terlalu mencerminkan Goyang Ngebor yang justru dianggap Rhoma mencemari Dangdut era sebelumnya.
Dangdut era sebelumnya, tepatnya era Rhoma Irama lebih mengusung nilai-nilai moral yang digunakan sebagai sebagai media dakwah yang kemudian tercoreng dengan kemunculan Inul Daratista, karena setiap aksi panggungnya dianggap tidak senonoh.
Dikutip dari kanal YouTube Bahasa Musik, Kamis (25/8/2022), Rhoma Irama khawatir di masa yang akan datang dangdut akan dianggap jadi sebuah musik yang dekat dengan unsur erotisme.
Persamaan dan Perbedaan Dangdut vs Koplo
Kedua genre musik ini sama-sama tidak bisa lepas dari alat musik jadi ciri khasnya. Permainan Dangdut para era Rhoma Irama cenderung monoton atau dikenal sebagai Pola Chalte. Sedangkan Koplo lebih fleksibel dan variatif.
Di sisi lain, jika dari segi tempo sendiri, dangdut era Rhoma Irama lebih lambat. Sedangkan Koplo agak cepat mengikuti jogetan atau tarian para penyanyi dan penonton. Aransemen Koplo juga lebih bebas dibanding Dangdut yang fleksibel.