Misteri Ratusan Penguin Kecil Mati di Selandia Baru Kini Terkuak, Ternyata Gegara..
Selandia Baru beberapa waktu yang lalu diterpa akan kematian ratusan penguin kecil yang misterius. Kejadian ini menimpa ratusan penguin tersebut sejak awal Mei 2022.
Kini, para peneliti mengatakan jika misteri kematian penguin tersebut terungkap penyebabnya. Peneliti menyimpulkan jika kematian ratusan penguin tersebut diakibatkan perubahan iklim yang dratis terjadi di kawasan Selandia Baru.
Dikutip dari nationalgeographic , penguin kecil atau disebut korora biasanya hanya datang ke pantai pada malam hari untuk mengunjungi sarang mereka. Koror? membuat sarang di liang bawah tanah dan di antara bebatuan.
Namun, sejak perubahan iklim terjadi suara penguin kecil ini tidak pernah terdengar lagi. Jumlah koror? menurun dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena pembangunan yang dilakukan oleh manusia.
Jika sebelumnya mudah ditemukan di daratan Selandia Baru, kini koror? banyak ditemukan di pulau-pulau terpencil. Di tempat itu, mereka hanya menghadapi gangguan yang minimal.
Permohonan Raja Charles III pada Pangeran William dan Harry: Jangan Buat Tahun Terakhirku Sengsara
Pemerintah Selandia Baru mengklasifikasikan koror? sebagai Beresiko Menurun. Selangkah lagi, mereka akan berada pada berada pada tahap Terancam lalu Kepunahan. Ancaman utama bagi koror? adalah anjing, kucing, musang, cerpelai, kendaraan, perahu dan jaring laut.
Akibat perubahan iklim
Akibat perubahan iklim, ikan kecil yang menjadi makanan pokok korora akan berenang lebih dalam sehingga menyulitkan hewan ini untuk memangsanya.
Sementara korora hanya mampu berenang di kedalaman 20-30 meter di bawah permukaan Samudera Pasifik. Ikan-ikan yang hidup di daerah tersebut tentu akan menyesuaikan suhu udara yang biasa mereka tinggali.
Perubahan iklim membuat para ikan ini berpindah ke perairan yang lebih dalam lagi yang membuat korora tidak bisa menjangkaunya. Akibatnya, korora pun mati kelaparan lantaran sulit mendapatkan ikan-ikan di perairan.
Hipotermia juga menjadi faktor kematian pada korora karena mereka tidak memiliki cukup lemak untuk tetap hangat juga menjadi salah satu penyebabnya.