Alasan Tidak Perlu Mempunyai Banyak Teman, Bisa Picu Kecemasan hingga Depresi

Alasan Tidak Perlu Mempunyai Banyak Teman, Bisa Picu Kecemasan hingga Depresi

Gaya Hidup | indozone.id | Selasa, 8 Februari 2022 - 20:50
share

Sebagai makhluk sosial manusia tentu membutuhkan orang lain di dalam hidupnya. Namun apa jadinya jika kehadiran orang lain justru menimbulkan dampak negatif yang membahayakan kesehatan mental?

Hal itulah yang baru-baru ini diungkap para ahli. Bahwa ada baiknya seseorang tidak memiliki banyak teman di dalam hidupnya.

Dilansir dari laman Bright Side, Selasa (8/2/2022), para ahli mengatakan memiliki terlalu banyak teman dapat berbahaya bagi kesehatan mental. Pasalnya hubungan yang dibagun dengan banyak orangcenderung berpotensi menimbulkan kecemasan dan depresi.

Sebaliknya, memiliki sedikit teman namun solid dan dapat dipercaya jauh lebih baik. Sebab kamu berada di lingkungan yang tepat daripada dikelilingi oleh orang-orang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Adapun agar lebih jelas, berikut beberapa alasan yang mendukung konsep memiliki sedikit teman tapi berkualitas kertimbang banyak namun sia-sia.

1. Tak punya banyak waktu untuk diri sendiri

pertemanan yang toxic (Pixabay/fizkes)
Ilustrasi lingkungan pertemanan yang toxic (Pixabay/fizkes)

Jika memiliki banyak teman, kamu tentu akan memiliki lebih sedikit waktu untuk diri sendiri. Kamu akan sibuk menghabiskan waktu untuk selalu berkumpul atau terlibat kegiatan dengan teman-temanmu. Akibatnya kamu akan mengalami kelelahan baik fisik maupun emosi.

Sementara itu jika memiliki sedikit teman, kamu mungkin akan lebih mudah mengatur pertemuan dan jadwal untuk pengembangan diri sendiri.

2. Terus-menerus ditekan untuk memenuhi harapan orang lain

temanan yang toxic (Pixabay/fizkes)
Ilustrasi lingkungan pertemanan yang toxic (Pixabay/fizkes)

Stres dan ekspektasi mungkin timbul dari beberapa faktor, biasanya dari orang-orang yang mungkin menyebabkan ketegangan dan kecemasan.

Untuk diakui sebagai teman, kebanyakan orang mengharapkan kamu ada dalam kehidupan sehari-hari mereka, baik melalui pertemuan, panggilan telepon, atau pesan teks.

Hal itu tentu sangat merepotkan, kamu tidak mungkin terus-terusan memenuhi keinginan orang lain, bukan?

3. Pertemanan palsu

teman yang toxic (Pixabay/fizkes)
Ilustrasi lingkungan pertemanan yang toxic (Pixabay/fizkes)

Memiliki banyak teman sangat rentan menerima kebohongan. Sebab di antara teman yang banyak tersebut belum tentu semuanya benar-benar mengerti dan kenal akan dirimu.

Jadi sangat penting memilih dan menetapkan siapa orang-orang di sekitarmu yang benar-benar bisa menjadi teman sejati. Pilihlah orang-orang yang memang bersedia ada dan siap menerima segala kekuranganmu.

Bukan mereka yang hanya mau menjadi temanmu saat kamu dalam keadaan mapan. Atau mereka yang hanya berpura-pura mau mendukungmu tapi di luar bersikap menjatuhkan.

Artikel Menarik Lainnya:

Topik Menarik