Menkeu Purbaya Tepis Isu Resesi Indonesia Sudah Dekat

Menkeu Purbaya Tepis Isu Resesi Indonesia Sudah Dekat

Ekonomi | sindonews | Rabu, 25 Maret 2026 - 22:00
share

Menteri Keuangan atau Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa membantah keras isu resesi ekonomi bakal melanda Indonesia. Ia merespons prediksi sejumlah ekonom tentang krisis dalam waktu dekat.

Menurutnya, pernyataan tersebut tidak berbasis analisis ekonomi memadai.Bahkan narasi itu dinilai menciptakan ketakutan di tengah masyarakat, dan sentimen negatif dapat mengganggu stabilitas persepsi publik.

Purbaya menegaskan, pemerintah tidak anti kritik terhadap kebijakan ekonomi nasional. Namun Ia mengingatkan kritik harus berbasis analisis rasional dan data kuat. Pernyataan spekulatif dinilai berbahaya bagi stabilitas ekonomi domestik. Ia menyoroti analisa yang menyebut krisis terjadi dalam dua bulan.

“Saya bukannya anti kritik, tapi jangan bilang ekonomi akan hancur,” ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga: Prabowo Ogah Defisit APBN Lewati 3 kecuali Darurat, Ini Penjelasan PurbayaSebagian pihak mendasarkan prediksi pada lonjakan harga minyak dunia ekstrem. Mereka memperkirakan harga mencapai USD200 per barel. Asumsi tersebut dikaitkan dengan konflik global yang belum pasti.

Namun Purbaya menilai pendekatan itu terlalu sempit dan spekulatif. Ia menegaskan, analisis harus mempertimbangkan banyak faktor risiko ekonomi. Selain itu, dampak kebijakan pemerintah juga perlu diperhitungkan secara matang.

Ia menambahkan, jika skenario ekstrem benar terjadi, semua negara terdampak. Dalam kondisi tersebut, resesi bukan hanya dialami Indonesia semata. Karena itu, analisis yang menyasar satu negara menjadi tidak relevan.

Purbaya juga mengingatkan pentingnya melihat konteks ekonomi global secara utuh. “Kalau itu terjadi, seluruh negara pasti terkena dampaknya,” katanya. Baca Juga: Banyak Ekonom Sebut RI Sudah Resesi, Purbaya: Daya Beli Masih Ada, Kita Jauh dari Krisis

Lebih lanjut, Purbaya menekankan pentingnya analisis komprehensif. Ia meminta ekonom menggunakan data historis dan asumsi realistis. Pendekatan menyeluruh dinilai penting dalam membaca situasi ekonomi global. Selain itu, kebijakan pemerintah juga harus menjadi variabel utama analisis.

Purbaya optimistis Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah terus menyiapkan kebijakan menghadapi tekanan global yang meningkat.

Ia menegaskan fondasi ekonomi Indonesia masih relatif kuat saat ini. Bahkan, beberapa negara lain menghadapi tekanan lebih berat dibanding Indonesia. Dengan langkah strategis, pemerintah yakin mampu mengelola berbagai risiko. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang.

Topik Menarik