Konten MNC Digital Entertainment (MSIN) Terdepan, Mendominasi TV FTA, TV Berbayar dan Streaming OTT
JAKARTA - Konten internal dan saluran berbayar PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) telah menghasilkan kinerja yang kuat pada tahun 2025.
Hasilnya, empat stasiun TV FTA MNC Media & Entertainment (MNC Media) telah meraih posisi Nomor 1 dalam pangsa pemirsa, pelanggan TV berbayar dan IPTV telah mencapai rekor tertinggi, dan kinerja streaming OTT yang sangat luar biasa.
RCTI Nomor 1 dalam Pangsa Pemirsa Prime-Time TV FTA
MNC Media telah meraih posisi teratas dalam pangsa pemirsa, baik pada all-time maupun pada prime-time. Pangsa pemirsa all-time mencapai 39, dengan pangsa pemirsa prime-time melonjak menjadi 41,3 pada Maret
2025.
Keberhasilan ini didorong melalui konten produksi internal oleh anak perusahaan MSIN, MNC Pictures (drama) dan MNC Animation (animasi), seperti Preman Pensiun 9, Terbelenggu Rindu, Mencintaimu Sekali Lagi, Entong, dan Jelang Berbuka Puasa, yang baru-baru ini mendominasi 5 program teratas setiap harinya.
Perkuat Ekosistem Jaminan Produk Halal, TASPEN Bantu UMKM Sertifikasi Halal secara Gratis!
Kinerja luar biasa dari TV FTA MNC Media berkorelasi langsung dengan keberhasilan platform OTT AVOD dan SVOD MSIN, RCTI+ dan Vision+, yang semakin memperkuat jangkauan dan engagement kontennya.
Pelanggan TV Berbayar dan IPTV Milik MNC Media Meroket ke Rekor Tertinggi
Layanan TV berbayar dan IPTV milik MNC Media, melalui MNC Vision, K-Vision, dan MNC Play, telah mencapai milestone baru, mempertahankan posisinya sebagai penyedia TV berbayar terbesar di Indonesia dengan lebih
dari 14,3 juta pelanggan. Keberhasilan ini didukung oleh basis 3,6 juta pelanggan bulanan yang aktif berbayar.
Faktor kunci di balik kinerja yang baik ini adalah jumlah penonton yang luar biasa dari 15 saluran berbayar internal milik MSIN, yang mencatat pangsa pemirsa gabungan sebesar 34,3 pada Maret 2025. Tiga dari saluran
ini berada di peringkat 10 teratas, sementara sepuluh saluran berada di posisi 20 teratas, memperkuat dominasi MNC Media di pasar TV Berbayar & IPTV dan kinerja luar biasa saluran berbayar MSIN.
Pertumbuhan layanan TV berbayar dan IPTV MNC Media akan tercermin dalam pertumbuhan platform SVOD OTT MSIN, Vision+, yang menayangkan saluran linear yang sama dengan yang ada pada MNC Vision, K-Vision,
dan MNC Play. Perlu dicatat bahwa Vision+ juga berfungsi sebagai opsi bundling dengan penawaran TV berbayar dan IPTV milik MNC Media.
Comscore: OTT Milik MSIN Dinilai sebagai Platform Streaming Video Nomor 1 di Indonesia
Comscore, perusahaan analisis media global yang berbasis di Amerika, telah menempatkan platform OTT milik Perseroan sebagai layanan streaming video Nomor 1 di Indonesia pada bulan Januari 2025. Pencapaian ini lebih dari dua kali lipat kinerja pesaing yang berada di peringkat kedua selama periode yang sama.
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, MSIN memiliki platform streaming OTT terbesar di Indonesia, yang mencakup model AVOD (RCTI+) dan model SVOD (Vision+), yang telah berkontribusi sebesar 43 dari total pendapatan MSIN yang mencapai Rp3,5 triliun pada tahun 2024.
Kedua platform ini melayani lebih dari 100 juta pengguna aktif, 3,3 juta pelanggan berbayar, dan hampir 2,1 miliar pemutaran (plays). Hal penting lainnya yang perlu dicatat, platform OTT MSIN telah mengalami lonjakan volume transaksi yang mengesankan, tumbuh hampir 5x lipat dari 1,1 juta menjadi 5,4 juta transaksi.
"Saya bangga dapat mengumumkan kinerja konten kami yang luar biasa, khususnya di segmen drama dan animasi, yang telah mendapat sambutan positif dari pemirsa di Indonesia. Program kami terus memimpin TV FTA, dengan meraih jumlah pemirsa yang terbesar," kata Direktur MSIN Valencia Tanoesoedibjo.
Valencia menambahkan, dengan pustaka konten yang besar sebanyak 300.000 jam, MSIN telah mampu secara efektif mengemas konten ini menjadi saluran berbayar, yang juga berkinerja baik di industri TV berbayar dan IPTV.
"Kinerja yang solid ini telah memberikan kami keuntungan strategis untuk pertumbuhan layanan streaming OTT kami, yang akan terus memposisikan kami sebagai pemimpin industri," katanya.