Respons Sri Mulyani soal Laporan Moody's tentang Ekonomi Indonesia
JAKARTA – Respons Menteri Keuangan Sri Mulyani soal penilaian lembaga pemeringkat Moody's tentang ekonomi Indonesia. Sri Mulyani berjanji akan menyampaikan data dan indikator ekonomi yang menunjukkan kinerja positif Indonesia. Dia menyoroti beberapa indikator utama seperti Purchasing Managers' Index (PMI) dan neraca perdagangan.
1. Ekonomi Indonesia
Moody's dalam laporan terbarunya menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan kondisi fiskal Indonesia mengalami pelemahan.
Moody's menyoroti beberapa faktor yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia, seperti ketidakpastian global dan perlambatan ekonomi di beberapa negara mitra dagang utama. Selain itu, Moody's juga menyoroti tantangan dalam meningkatkan investasi dan produktivitas di Indonesia.
2. Moody's Soroti Tekanan pada Anggaran Negara
Perkuat Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan, Relawan Bakti BUMN Diselenggarakan di Pulau Derawan
Dalam kondisi fiskal, Moody's menyoroti tekanan pada anggaran negara akibat peningkatan belanja pemerintah, terutama untuk subsidi dan bantuan sosial. Mereka juga menyoroti risiko dari peningkatan utang pemerintah dan dampaknya terhadap stabilitas fiskal.
Untuk faktor eksternal, Moody's menyoroti potensi dampak dari kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan ketidakpastian geopolitik global terhadap perekonomian Indonesia.
Meskipun demikian, Moody's juga mengakui bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang yang baik.
Baca Selengkapnya: Ketika Sri Mulyani Tak Terima Moody's Sebut Ekonomi Indonesia Lemah