Upaya BRI Lebak Bulus Dorong UMKM Naik Kelas lewat Kredit Usaha Rakyat

Upaya BRI Lebak Bulus Dorong UMKM Naik Kelas lewat Kredit Usaha Rakyat

Ekonomi | inews | Senin, 17 Maret 2025 - 12:07
share

JAKARTA, iNews.id - Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Lebak Bulus, Jakarta Selatan, selalu ramai didatangi nasabah setiap harinya. Selain melayani nasabah yang mengurus rekening pribadinya, BRI juga memfasilitasi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan berbagai layanan keuangannya.

Salah satu yang diminati pelaku UMKM adalah Kredit Usaha Rakyat atau KUR. KUR merupakan akses pembiayaan kepada UMKM yang 100 persen dananya berasal dari bank, sedangkan sebagian porsi bunga yang dibayar nasabah mendapat subsidi dari pemerintah.

Di Lebak Bulus ini, permintaan terhadap KUR masih sangat tinggi. Hingga saat ini, lebih dari 50 persen nasabah UMKM di wilayah ini masih sangat mengandalkan skema kredit tersebut.

Pemimpin Cabang BRI Lebak Bulus, Edy Siswanto menjelaskan, salah satu alasan utama tingginya minat terhadap KUR adalah bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan kredit komersial.

Suku bunga KUR berkisar antara 6 persen hingga 9 persen, tergantung pada jumlah pinjaman dan tahapan pengajuan, jauh lebih rendah dibandingkan kredit komersial yang bisa mencapai 13 persen hingga 14 persen.

"Tentunya ini jauh lebih murah, karena ada subsidi pemerintah di sana," kata Edy saat ditemui iNews.id di kantornya, Senin (17/2/2025).

Dorong UMKM Naik Kelas

Menurut Edy, KUR tidak hanya membantu UMKM dalam mendapatkan akses permodalan, tetapi juga berperan sebagai jembatan bagi usaha kecil untuk berkembang menjadi usaha yang lebih besar.

Nasabah yang awalnya mendapatkan KUR mikro sebesar Rp100 juta, kemudian naik kelas ke KUR retail dengan plafon hingga Rp500 juta. Setelah itu, mereka bisa beralih ke kredit komersial untuk usaha yang lebih besar.

UMKM yang telah mengalami peningkatan omzet berpeluang naik kelas ke skema pembiayaan yang lebih tinggi. Dengan kata lain, setiap pelaku usaha mendapatkan dukungan keuangan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan bisnisnya.

"Kita memastikan bahwa nasabah itu kita bisa layani sesuai dengan perkembangan usaha," ujar Edy.

Sektor perdagangan mendominasi penerima KUR di Lebak Bulus. Usaha grosir, jasa seperti salon, serta bisnis makanan menjadi yang paling banyak mendapatkan akses KUR dari BRI.

Selain itu, sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta kehutanan diprioritaskan dalam layanan KUR ini.

BRI juga menerapkan sistem klasterisasi wilayah. Dengan demikian, pelayanan kepada nasabah di tiap klaster lebih efektif dan tepat sasaran.

Bagaimana pelaku usaha, termasuk di Lebak Bulus ini mendapatkan akses KUR? Pelaku usaha cukup memiliki usaha yang sudah berjalan minimal enam bulan dan memenuhi persyaratan administrasi dasar seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi mereka yang mengajukan pinjaman di atas Rp50 juta.

BRI Penyalur KUR Tertinggi

Selama tahun 2024 lalu, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp184,98 triliun. Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, penyaluran KUR menjangkau lebih dari 4 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Dia mengklaim, penyaluran kredit ini memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Selama satu tahun 2024, BRI menyalurkan KUR Rp185 triliun, dan ini yang menjadikan BRI adalah penyalur KUR tertinggi di antara perbankan nasional lainnya," kata Sunarso di Jakarta, Rabu (12/2/2025).

Selain pertanian dan produksi, sektor perdagangan termasuk usaha kreatif, menjadi salah satu bisnis yang diakomodasi KUR BRI.

Topik Menarik