Ismail atau Ishak yang Dikurbankan? Begini Mimpi Nabi Ibrahim AS dan Perintah ke Istrinya

Ismail atau Ishak yang Dikurbankan? Begini Mimpi Nabi Ibrahim AS dan Perintah ke Istrinya

Ekonomi | BuddyKu | Minggu, 10 Juli 2022 - 13:25
share

Setiap kali Hari Raya Idul Adha tiba, ada satu dari sekian banyak perdebatan yang terus berulang, seolah tak akan pernah selesai.

Perdebatan yang dimaksud adalah: siapa nabi yang disembelih atau dikurbankan oleh Nabi Ibrahim AS? Ismail atau Ishak?

Ada banyak tokoh ulama maupun pemimpin yang pernah mencoba menjawab pertanyaan kontroversial tersebut. Salah satunya adalah mantan presiden RI, Gus Dur .

Namun berbeda dengan jawaban pada umumnya, seperti biasa, Gus Dur menjawab pertanyaan tersebut sambil berseloroh.

Keduanya benar. Baik Ishak maupun Ismail tidak ada yang jadi disembelih. Ngapain diributin, kata Gus Dur, dikutip dari situs web NU.

Perbedaan Versi Islam vs Yahudi dan Kristen

Menurut riwayat, Ibrahim dikisahkan belum juga dikaruniai anak sampai usianya menginjak angka 85 tahun. Istrinya, Sarah, sampai-sampai menyerahkan Siti Hajar (Hagar) kepadanya untuk dijadikan istri kedua karena saking frustrasinya mereka.

Melalui rahim Siti Hajar-lah, Ibrahim kemudian mendapatkan anak. Dialah Ismail. Ismail dikisahkan lahir ketika Ibrahim berusia 86 tahun.

Tahu bahwa Sarah cemburu pada Siti Hajar dan bayinya, Ibrahim lantas mengungsikan Siti Hajar dan Ismail ke padang pasir tak berpenghuni.

14 tahun kemudian, saat Ibrahim berusia 100 tahun, secara ajaib Sarah pun mengandung dan melahirkan seorang bayi laki-laki. Dialah Ishaq.

Suatu hari ketika tidur, Ibrahim mendapat mimpi yang membuatnya takut hingga berpeluh. Dalam mimpi itu dia diminta Allah untuk menyembelih putra kesayangannya.

Dasar Anggapan

Peristiwa itu di dalam Alqur\'an tercatat dalam surat As-Shaffat, 102-107. Ayat tersebut menyampaikan bahwa Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Tuhan untuk menyembelih putranya yang mencapai umur balig. Namun, tidak dijelaskan siapa anak Ibrahim yang dimaksud dalam surat itu.

Umat agama Abrahamik selain Islam, yakni Kristen dan Yahudi, pada umumnya percaya bahwa yang hendak disembelih Ibrahim adalah Ishaq.

Sebagian kalangan muslim juga meyakini hal yang sama, bahwa Ishaq-lah yang nyaris disembelih di Gunung Moria sebelum diganti oleh Tuhan dengan seekor domba jantan berbulu tebal yang sehat dan montok.

Namun, umat muslim secara umum meyakini bahwa yang akan disembelih Ibrahim adalah Ismail. Keyakinan itu didasarkan pada logika bahwa Ismail tinggal di Arab Saudi yang kemudian menjadi garis keturunan yang melahirkan Nabi Muhammad. Sementara Ishaq dianggap sebagai nabi yang melahirkan keturunan Yahudi (Bani Israil) melalui putranya, Yakub.

Logika lain yang menjadi landasan umat Muslim meyakini Ismail sebagai putra Ibrahim yang nyaris disembelih adalah mimpi yang diterima Ibrahim disebut-sebut datang ketika Ishaq belum lahir.

Rujukan

Kedua keyakinan tersebut masing-masing memiliki rujukan yang kuat. Pandangan yang mengatakan Ishak yang hendak disembelih bersumber dari riwayat-riwayat yang berasal dari sahabat dan tabiin, antara lain Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Masud, al-Abbas bin Abdul Muttalib, Ali bin Abi Thalib dan Umar bin al-Khattab; dan dari kalangan Tabiin di antaranya Masruk, Ikrimah, Ibnu Sabit, Abi Maysarah dan lain-lain.

Sedangkan keyakinan bahwa Ismail yang akan disembelih, didukung oleh riwayat-riwayat yang bersumber dari sahabat-sahabat besar seperti Abu Hurairah, Abu Thufail, Amir bin Watshilah dan juga para tabiin terkemuka seperti Said bin al-Musayyab, Yusuf bin Mahran, Rabi bin Anas dan lain-lain.

Yang Benar yang Mana?

Ibnu Jarir at-Tabari, dalam tafsirnya terhadap surat as-Shaffat ayat 107, menyajikan dua versi pandangan dalam tafsirnya Jami al-Bayan fi Tafsir ayatin Min Ayil Quran.

Ibnu Jarir lebih condong ke arah keyakinan bahwa Ishaq yang nyaris disembelih sebelum diganti dengan domba jantan atau kibsy atau hassye dalam bahasa Ibrani. Ia mentarjih pandangan yang menurutnya paling kuat.

Dalam Perjanjian Lama tepatnya dalam Kejadian atau Beresyit pasal 22 ayat 2 didapati bahwa Ishaq yang hendak dikorbankan.

Qah-na et-benkha et-yehidkha asyer ahafta Itshaq we lekh- lekha el-erets hammoria we haale-hu syam laola el ahad ha-harim asyer oomer elekha. (Ambillah anakmu yang satu satunya itu, yang sangat engkau sayangi, yaitu Ishaq, lalu pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan kukatakan padamu), demikian bunyinya.

Topik Menarik