Tanggap Darurat Longsor Cisarua Bandung Barat Berakhir, Korban Jiwa 80 Orang

Tanggap Darurat Longsor Cisarua Bandung Barat Berakhir, Korban Jiwa 80 Orang

Berita Utama | inews | Sabtu, 7 Februari 2026 - 09:54
share

BANDUNG BARAT, iNews.id – Status tanggap darurat bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), resmi berakhir pada Jumat (6/2/2026). Selama 14 hari masa penanganan, tercatat 80 korban jiwa dan 48 rumah rata dengan tanah akibat bencana tersebut.

Bencana longsor Cisarua yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) itu menyisakan duka mendalam bagi warga. Selain korban jiwa, puluhan rumah hancur tertimbun material tanah.

"Status tanggap darurat secara resmi berakhir pada hari ini, 6 Februari 2026, sesuai dengan keputusan Bupati Bandung Barat," kata SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana dikutip dari iNews Bandung Raya, Jumat (6/2/2026).

Hingga hari ke-14 operasi, tim SAR gabungan telah menemukan dan mengevakuasi 94 bodypack dari target 80 korban dalam daftar pencarian. Seluruh bodypack kemudian diserahkan ke posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar untuk proses identifikasi.

Berdasarkan rilis resmi DVI Polri tertanggal 6 Februari 2026 pukul 14.00 WIB, sebanyak 74 korban telah berhasil diidentifikasi dari 77 bodypack yang diperiksa.

"Untuk body pack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan," ujarnya.

Meski status tanggap darurat longsor Cisarua telah dicabut, operasi pencarian korban masih terus dilakukan. Pencarian kini memasuki masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan dengan pola operasi SAR terbatas.

Basarnas bersama unsur gabungan tetap siaga mendampingi proses rehabilitasi dan rekonstruksi di lapangan. Jika terdapat informasi atau indikasi baru terkait penemuan korban, tim akan segera menindaklanjutinya.

Ade Dian menyebut operasi pencarian dilakukan secara maksimal dengan melibatkan lebih dari 3.100 personel gabungan. Selain itu, alat berat, ambulans, drone, dan unit K9 turut dikerahkan di seluruh sektor pencarian.

"Luas area pencarian yang mencapai 15,7 hektare, kondisi medan yang masih labil, serta dinamika cuaca menjadi tantangan utama bagi tim gabungan di lapangan," ucapnya.

Berakhirnya status tanggap darurat longsor menandai dimulainya fase pemulihan. Namun upaya pencarian dan identifikasi korban tetap dilanjutkan hingga seluruh proses dinyatakan tuntas.

Topik Menarik