NATUNA, iNews.id - Arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah perbatasan mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mencatat sebanyak 1.181 orang tiba melalui pelabuhan setempat selama periode 16–18 Maret 2026.
Para pemudik tersebut mayoritas berasal dari Kota Pontianak dan wilayah Pulau Natuna yang memanfaatkan moda transportasi laut untuk pulang ke kampung halaman di Serasan.
Kepala PLBN Serasan, Wendriady mengungkapkan, ribuan pemudik yang datang terdiri dari berbagai kelompok usia dan jenis kelamin. Data ini menjadi acuan petugas dalam memetakan pelayanan di kawasan perbatasan.
"Berdasarkan hasil pemantauan kami selama tiga hari, jumlah kedatangan tercatat sebanyak 1.181 orang. Rinciannya terdiri dari 586 laki-laki, 409 perempuan, dan 186 anak-anak. Mereka tiba menggunakan kapal dari Pontianak dan Natuna," ujar Wendriady, Jumat (20/3/2026).
Aktivitas transportasi laut di Pelabuhan PLBN Serasan terpantau fluktuatif dalam sepekan terakhir. Pada 16 Maret 2026, pelabuhan melayani satu kedatangan kapal motor. Sementara pada 17 Maret, tercatat satu kedatangan dan dua keberangkatan kapal. Namun, pada 18 Maret, aktivitas pelayaran di pelabuhan tersebut sempat nihil.
Meski fluktuatif, pihak PLBN Serasan yang dikelola Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) tetap menyiagakan personel di titik-titik pelayanan guna mengantisipasi lonjakan mendadak menjelang malam takbiran.
Wendriady menegaskan, koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan seluruh aktivitas di kawasan PLBN berjalan optimal. Kesiapsiagaan petugas menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2026 di beranda terdepan Indonesia.
"Kami berkomitmen menjaga pelayanan, keamanan, dan ketertiban selama periode libur Lebaran. Koordinasi terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan hingga momentum Idulfitri tiba," ungkapnya.
Dengan pengawasan ketat, diharapkan arus mudik di wilayah Serasan berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat perbatasan.