KEDIRI, iNews.id - Arfan Hamada (7) bocah tenggelam di Sungai Bendo Mongal akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan, Selasa (17/3/2026). Korban ditemukan pada hari kedua pencarian di sungai wilayah Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Korban yang merupakan siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI) itu ditemukan pukul 16.10 WIB. Lokasi penemuan berada sekitar 1,5 kilometer dari titik awal kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno mengatakan, proses pencarian melibatkan puluhan personel gabungan dari berbagai unsur.
"Pencarian dibagi menjadi dua tim. SRU 1 menyisir sungai menggunakan perahu karet dari DAM Dawu, sementara SRU 2 melakukan penyisiran manual dengan teknik 'susur buaya' dari lokasi kejadian hingga DAM Dawu," Kata Stefanus Djoko dikutip dari iNews Kediri, Selasa (17/3/2026).
Tim SAR gabungan terdiri atas Basarnas Trenggalek, BPBD Kabupaten Kediri, TNI/Polri, serta relawan seperti WANA Rescue, RAPI, Senkom, dan Tagana. Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi menggunakan kantong jenazah. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah duka di Dusun Sambirejo, Desa Tiron.
Diketahui, peristiwa bocah tenggelam di Kediri ini bermula pada Minggu (15/3/2026) pukul 13.30 WIB. Saat itu, korban sedang bermain dan berenang di sungai bersama rekannya, Muhammad Aska Alfarisi.
Namun, korban Arfan tiba-tiba terseret arus sungai yang cukup deras hingga akhirnya tenggelam. Rekannya sempat tidak melaporkan kejadian tersebut karena merasa takut.
Pencarian awal dilakukan warga setelah sepeda korban ditemukan di sekitar lokasi sungai. Kebenaran peristiwa tenggelamnya korban baru terungkap pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB. Saat ini, pihak keluarga masih menunggu tim Inafis untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum jenazah dimakamkan.