Keuskupan Agung Jakarta bersama Komunitas Heaven Mikael menggelar Jakarta Eucharistic Revival 2026 (JER 2026). Kegiatan tersebut bertujuan untuk meneguhkan iman umat Katolik dan semangat persaudaraan dalam kehidupan berbangsa.
Ketua Panitia Jakarta Eucharistic Revival 2026 dan Keuskupan Agung Jakarta & Komunitas Heaven Mikael Henny Santoso mengatakan, Jakarta Eucharistic Revival 2026 adalah gerakan rohani Keuskupan Agung Jakarta yang bertujuan memperdalam penghayatan iman umat Katolik akan Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan gereja.
Dalam arah dasar Keuskupan Agung Jakarta, kata Henny, gereja dipahami sebagai persekutuan umat beriman dan gerakan Kerajaan Allah di tengah masyarakat. Melalui pendalaman spiritualitas Ekaristi, umat diajak untuk menghidupi iman secara nyata - tidak hanya dalam perayaan liturgi, tetapi juga dalam tanggung jawab sosial, kepedulian terhadap sesama, dan kontribusi bagi kebaikan bersama.
Baca juga: Menuju Era IKD, Bimas Katolik dan Dukcapil Sepakat Dorong Digitalisasi Pencatatan Nikah
“Jakarta Eucharistic Revival 2026 diharapkan menjadi momentum pembaruan iman yang memperkuat karakter, solidaritas, dan komitmen kebangsaan dalam semangat persaudaraan,” katanya, Rabu (4/3/2026).Dengan terlaksananya Jakarta Eucharistic Revival 2026, diharapkan umat memperoleh hal-hal di antaranya meneguhkan iman umat Katolik akan makna dan peran Ekaristi dalam kehidupan sehari-hari, Menguatkan semangat pelayanan dan keterlibatan umat dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
Lihat video: Paus Baru Terpilih, Umat Katolik Bersorak Gembira!Selain itu, mendorong pertumbuhan iman yang sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan dan kehidupan bersama yang harmonis, Menghadirkan ruang refleksi bersama tentang kontribusi umat beriman bagi masyarakat Indonesia yang majemuk.
Pelaksanaan Jakarta Eucharistic Revival 2026, dihadiri oleh 4.000 umat dan yang mengikuti Main Event sebanyak 2.564 umat. Beberapa tokoh penting turut hadir meramaikan event besar yang pertama kalinya diadakan sebagai kebangkitan rohani Katolik, di antaranya anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Bidang Program Penjaminan Polis Ferdinan D. Purba; Dokpres Rl Letjen TNI. Albertus Budi Sulistya;
Anggota Ombudsman Republik Indonesia Robert Na Endi Jaweng; Komandan Satuan Latihan (Dansatlat) Brimob Korbrimob Polri Kombes Pol. Deonijiu De Fatima; Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Lucia Rizka Andalucia; Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
Termasuk umat Katolik dari wilayah Keuskupan Agung Jakarta dan sekitarnya, bersama para biarawan-biarawati, para imam, tokoh awam, para umat dari berbagai komunitas, hingga para influencer muda. Berbagai kegiatan yang membawa hingga ke puncak acara semuanya erat terhubung dengan kebangkitan Ekaristi, di antaranya 6 kelas sesi workshop sebagai Pre Main Event, Laudato Si Challenge, dan memasuki Main Event dihadirkan 4 Seminar Umum salah satunya dibawakan oleh Ignatius Jonan.
Kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipersembahkan oleh Kardinal Ignatius Suharyo, dengan konselebran Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC - Uskup Keuskupan Bandung dan Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI); Mgr. Christophorus Tri Harsono - Uskup Keuskupan Purwokerto dan Administrator Apostolik Keuskupan Bogor; Mgr. Robertus Rubiyatmoko - Uskup Keuskupan Agung Semarang.
Perwakilan Duta Besar Vatikan Mgr. Michael Andrew Pawlowicz bersama para imam di Keuskupan Agung Jakarta. Perayaan Ekaristi diakhiri dengan Adorasi Sakramen Mahakudus.
Hal yang menarik perhatian kalangan masyarakat adalah hadirnya Immersive Tunnel dan Immersive Room yang menghadirkan kisah keselamatan. Antrean mengular tak putus sejak dibukanya acara ini pukul 08.00-21.00 WIB malam. Kecanggihan teknologi Al dimanfaatkan untuk menghasilkan sebuah karya immersive spektakular yang menjadikan sebagai hal positif untuk menguatkan iman.
Jakarta Eucharistic Revival 2026 sebagai Kongres Ekaristi pertama di Indonesia diharapkan menjadi momentum pembaruan iman yang memperkuat integritas pribadi, solidaritas sosial, dan semangat persaudaraan dalam kehidupan berbangsa.