DPP Partai Golkar menggelar Festival Ramadan. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Syajarotun Thoyyibah, DPP Partai Golkar, Jakarta, ini diikuti 284 santri dan santriwati.
Kegiatan ini dihadiri Sri Suparni Bahlil Lahadalia, istri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, kemudian istri Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Sarmuji, Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian, serta jajaran Ibu-ibu IIFPG.
Dalam sambutannya, Sri Suparni Bahlil menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pesantren Ramadhan yang dinilainya sebagai bentuk nyata penguatan fungsi masjid, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda.
Baca juga: Golkar Pilih Fokus Sukseskan Pemerintahan Prabowo-Gibran Ketimbang Mikirin Pilpres 2029
“Saya menyambut baik kegiatan Pesantren Ramadan ini yang diikuti 284 anak-anak dari lingkungan sekitar Masjid DPP Golkar. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari ikhtiar membangun generasi berakhlak, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial. Saya berharap program seperti ini dapat menjadi contoh dan direplikasi di masjid-masjid Golkar di seluruh Indonesia,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).Sri Suparni menegaskan masjid-masjid di lingkungan Golkar harus mampu menjadi pusat peradaban, ruang pembinaan umat, sekaligus wadah pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Menurut Sri Suparni, keberadaan Pesantren Ramadan juga menjadi sarana strategis dalam memperkuat literasi keagamaan generasi muda di tengah tantangan era digital dan derasnya arus informasi.
Lihat video: [FULL] Pidato Bahlil Lahadalia di Puncak Perayaan HUT ke-60 Partai GolkarSelain memberikan motivasi, Sri Suparni juga menyerahkan santunan kepada seluruh santri Pesantren Ramadhan serta 17 tenaga pengajar yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Para pengajar berasal dari berbagai institusi pendidikan Islam ternama seperti PTIQ Jakarta, Daarul Qur'an, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.
Sementara itu, Hetifah Sjaifudian menilai kegiatan Pesantren Ramadhan memiliki relevansi kuat dengan pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
“Pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai spiritual harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas akademik. Pesantren Ramadhan seperti ini menjadi ruang pembelajaran integratif—menggabungkan nilai keagamaan, kebangsaan, dan kecakapan sosial,” ungkap Hetifah.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dari berbagai kampus Islam dan umum dalam mengajar juga menunjukkan sinergi positif antara dunia akademik dan masyarakat.
Festival Ramadhan ini ditutup dengan buka puasa bersama dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi agenda rutin tahunan serta memperkuat peran Masjid Syajarotun Thoyyibah sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat di lingkungan DPP Partai Golkar.