Nasional |

SURABAYA, iNews.id - Balita perempuan berusia 4 tahun berinisial KRN diduga menjadi korban penyiksaan oleh paman dan bibinya di kamar kos di kawasan Bangkingan Timur 3, Surabaya, Jawa Timur. Peristiwa ini terbongkar setelah korban yang dikunci di dalam kamar berteriak meminta tolong kepada tetangga karena kelaparan.

"Dia (korban) panggil-panggil minta tolong. Saya bilang ada apa, kata dia minta tolong bukain pintu saya lapar. Posisi pintu dikunci dari luar tapi jendel terbuka tapi ada teralisnya," Islaha, warga sekita.

Korban kemudian dievakuasi oleh ibu-ibu tetangga melalui jendela kamar. Tangisan pecah saat melihat kondisi KRN yang mengenaskan, dengan luka robek di dagu, memar di wajah dan bibir serta kepala botak diduga akibat perlakuan keji. 

Menurut pengakuan warga sekitar, mereka sering mendengar tangisan korban di malam hari disertai suara benturan selama tiga bulan terakhir.

Balita malang ini diketahui tinggal bersama paman dan bibinya berinisial UF dan SA sejak empat bulan terakhir, setelah orang tuanya bercerai dan tidak mampu mengurus. Bukannya mendapat kasih sayang, KRN justru mengalami dugaan penyiksaan.

Bhabinkamtibmas Polsek Lakarsantri bersama Ketua RT setempat segera melakukan visum terhadap korban dan melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya. 

Saat ini, kedua terduga pelaku telah diproses oleh Unit PPA Polrestabes Surabaya. Sementara itu, KRN dititipkan kepada kakak dari orang tuanya untuk dirawat dan berada dalam pengawasan polisi.

"Dari keterangan warga memang kerap terjadi (kekerasan)," ujar Bhabinkamtibmas Polsek Lakarsantri Surabaya, Aipda Bambang Purnomo Sigit. 



Original Article


#jatim