MOJOKERTO, iNews.id - Razia pelajar bolos yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto di Kecamatan Magersari dan Prajuritkulon berlangsung dramatis. Sejumlah pelajar yang kedapatan nongkrong di warung kopi (warkop) langsung kabur saat petugas datang.
Bahkan sempat menabrak sepeda motor petugas yang berusaha mengamankan mereka. Di salah satu warung kopi di Kecamatan Prajuritkulon, enam pelajar dari SMK swasta berhasil ditangkap dan langsung dibawa menggunakan mobil Satpol PP.
Sementara itu, di Kecamatan Magersari, razia dilakukan di dua warung kopi di Kelurahan Wates. Petugas menemukan pelajar yang masih mengenakan seragam serta membawa rokok berbagai merek di dalam tas mereka.
Meski para pelajar berdalih sudah selesai mengikuti ujian semester sehingga pulang lebih cepat, petugas tetap membawa mereka ke kantor Satpol PP untuk pendataan dan pembinaan.
Dari hasil razia gabungan ini, total 16 pelajar tingkat SMP dan SMK ditangkap. Mereka akan mendapatkan pembinaan di kantor Satpol PP maupun di sekolah masing-masing.
"Ada tiga tempat yang kita sisir. Dari hasil kegiatan hari ini ada 15 pelajar yang kita amankan karena ada di warung kopi saat jam pelajaran," ujar Sutikno ujar Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto, Sutikno.
Dia menegaskan bahwa razia ini dilakukan sesuai Perda Nomor 23 Tahun 2019. Dia juga mengimbau pemilik warung kopi agar menolak pelajar berseragam yang datang saat jam sekolah.